Published Kamis, Oktober 11, 2012 by

Cara Kirim Tulisan ke Annida Online


Mengutip pertanyaan yang tertera pada situs Annida Online (www.annida-online.com) :

  1. Bagaimana cara kirim tulisan ke annida-online? Rubrik apa saja yang menerima tulisan dan apa saja kriterianya?
  2. Jawab: Cara kirim tulisan ke Annida gampang banget Sob, coba klik KIRIM TULISAN yang ada di bagian bawah web Nida! Download persyaratan tulisannya! Di situ lengkap penjelasan kriteria tulisan dan cara kirimnya juga. Kamu bisa kirim berbagai jenis tulisan ke annida-online Sob! Yang senang tulisan imajinasi alias fiksi bisa ikutan mengisi rubrik Galaxy Fiksi: Cerpen, Cerbung, Cerpen Interaktif, Cerpen Ngocol, Epik.
    Buat yang suka menulis non fiksi, rubrik di Annida terbagi menjadi 2: Dari Nida & Dari Sobat Nida, semua rubrik Dari Sobat Nida berarti bisa kamu ikutan kirim naskah Sob!
    Ada Kisah Sejati; Citizen Journalism; Review Lagu; Travelstory; Info Buku; Dapur Penulis. Semua bisa kamu coba!

  3. Bagaimana cara mengirim puisi?
  4. Jawab: Puisi ada di Forum Cafe Nida, Sob! Nama rubriknya "Secangkir Syair".
    Cara kirim puisi:
    1. Daftar member Cafe Nida (harus dapat approve dari admin dulu)
    2. Posting puisimu langsung di Secangkir Syair
    3. Ajak teman-temanmu untuk ikut memberi komentar!

  5. Bagaimana cara berlangganan majalah Annida?
  6. Jawab: Annida sudah tidak terbit versi majalahnya sejak Juli 2009 Sob.
    Akan tetapi, insya Allah mulai April 2012, Annida akan kembali cetak. Terbit per 3 bulan. Hanya saja sistemnya Printing On Demand, jadi tidak dijual bebas Sob.

  7. Cerpen yang saya kirim sudah diterima belum?
  8. Jawab: Kamu bisa menanyakan di Buku Tamu perihal cerpen yang kamu kirimkan. Insya Allah Buku Tamu dibalas setiap hari kerja Sob.

  9. Bagaimana nasib cerpen saya?
  10. Jawab: Nasib cerpen yang dikirim ke annida-online paling lambat 2 bulan sudah akan mendapat jawaban Sob. Kamu bisa memantau nasib tulisan yang kamu kirim di rubrik Cerpen Rijek.
    Jika sudah masuk Cerpen Rijek, berarti kamu bebas mengirim tulisanmu ke media lain, atau kamu boleh merevisinya kembali sesuai saran/ komen redaktur Nida, kemudian mengirim ulang hasil revisinya ke annida-online untuk diseleksi kembali.

  11. Apakah cerpen yang dikirim ke annida akan mendapat honor?
  12. Jawab: Hati-hati menyimak jawaban Nida:
    Cerpen yang DIKIRIM ke Annida tentu saja tidak mendapat honor, akan tetapi cerpen yang DIMUAT Annida akan mendapat honor Rp. 70 ribu/cerpen (kebijakan 2012).
    Tidak hanya cerpen, tulisan lain pun jika dimuat akan mendapat honor, minimal mendapat bingkisan dari Annida. Untuk lebih jelas, silakan klik KIRIM TULISAN. Kemudian Download Persyaratan Tulisan! Daftar honor rubrik Annida ada di dicantumkan di sana.

  13. Kalau mau kerjasama dengan Annida bagaimana caranya?
  14. Jawab: Nida sangat terbuka dengan berbagai tawaran bentuk kerjasama. Kamu bisa menghubungi Nida dengan berbagai cara:
    1. Telepon ke redaksi 021-8193242 ext. 210
    2. SMS ke redaksi 0838-99-6474-39
    3. Kirim pesan di Fb: Annida Online atau Redaksi Annida
    4. Kirim pesan di twitter: @Annida_Online
    5. Via email ke majalah_annida@yahoo.com

Untuk info cara pengiriman dan aturan penulisan naskah, silahkan klik link ini : Cara Kirim Tulisan Read More
Published Senin, Oktober 01, 2012 by

Pesimis Merajalela

Ah, hari ini aku benar-benar malas untuk melakukan apapun. Padahal, minggu-minggu ini adalah masanya Ulangan Umum Tengah Semester (UUTS). Ini baru hari ketiga, tapi rasa malas itu benar-benar sudah menguasai otakku. Jangankan menghafal, membaca catatan pun rasanya jenuh. Sedari tadi, aku hanya membuka-buka buku tanpa membacanya. Itupun hanya beberapa menit, sebelum akhirnya terpicut oleh facebook dan blog pribadi.

Entahlah, ini pertama kalinya aku merasakan malas yang benar-benar malas. Rajanya malas! Dari dua mata pelajaran yang diujikan setiap harinya, pasti ada saja yang tidak optimal. Dari hari pertama, matematika dan agama. Ah, memang sudah dari tahun ke tahun matematika ketika UTS maupun UUAS (Ulangan Umum Akhir Semester) itu sampai dua kali diujikan karena begitu banyaknya murid yang tidak mampu melampaui batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dan mungkin hal itu akan terulang lagi pada UUTS ini, karena saking banyaknya murid yang belum sempat mengerjakan seluruh soal dengan baik dan benar. Termasuk aku.

Dilanjutkan, hari kedua. Fisika dan Bahasa Indonesia. Ah, padahal aku sudah optimis untuk hari kedua ini. Tapi tak disangka dan tak diduga, ada beberapa soal dari ujian Bahasa Indonesia yang keluar dari kisi-kisi dan belum pernah diajarkan. Alhasil, aku down lagi. 

Hari ketiga, kimia dan pkn. Ah, sama seperti hari sebelumnya. Aku sudah optimis untuk hari ketiga ini. Tapi tetap saja, pada ujian PKn, dari 5 buah kisi-kisi yang diberikan oleh sang guru tercinta, hanya tiga yang keluar. Alhamdulillah, tapi.. Masih ada 5 soal yang tidak ada di kisi-kisi dan belum sempat aku bacaa! Alhasil, teknik mengarang bebas pun aku terapkan. Hu-hu-hu.

Dan hari keempat, sempat terpotong oleh libur di hari Minggu. Tapi.. Sayangnya aku tidak sesemangat tiga hari sebelumnya. Besok, giliran ujian Bahasa Inggris dan Olah Raga. Ah, Olah Raga? Terlalu banyak materi yang harus dihafal. Itupun tidak semuanya akan keluar. Benar-benar jenuh UUTS kali ini.

Padahal, peringkatku sudah mulai turun sejak semester dua kelas XI (sebelas) kemarin. Turun 3 peringkat. Hu-hu-hu. Tapi sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah sih. Habis, banyak yang curang sih. Mengandalkan contekan, ckck. Kalau aku kan, jujur dan tidak sombong.

Tapi.. Untuk UUTS kali ini aku benar-benar sudah malas dan pesimis. Lagipula, ada banyak teman-teman di kelasku yang memang sudah sering menduduki peringkat 10 besar. Aku tergusur. Seperti tidak mungkin masuk 10 besar lagi. Yaah, jadi bagaimana dong?

Eh, aku kok nulis ini kayak labil banget ya? Entahlah. Intinya aku sudah kadung malas dan pesimis untuk urusan UUTS semester ini. Ah, butuh penyemangat!
Read More
Published Senin, Oktober 01, 2012 by

Hari Terakhir yang Melelahkan

Hari ini adalah hari terakhir UUTS. Senang atau sedih? Dua-duanya. Senang karena UUTS sudah berakhir, tetapi juga sedih karena tidak bisa menghadapi UUTS dengan maksimal.
Aku akui, UUTS kali ini memang benar-benar tidak maksimal. Pikiranku tidak bisa fokus, sefokus ujian-ujian sebelumnya. Banyak yang menjadi beban di pikiranku, yang bisa membuatku malas atau tidak bisa belajar dengan optimal.
Hampir seluruh soal di setiap mata pelajaran tidak bisa aku kerjakan. Hampir semua mata pelajaran tidak bisa aku kuasai. Ketika mengerjakan soal-soalpun pikiranku tidak pernah fokus. Sampai-sampai, hampir setiap keluar dari ruang ujian, aku selalu menyesal karena merasa masih banyak kesalahan di lembar jawabku, yang sebenarnya bisa aku perbaiki. Ah, ada apa?
Entahlah.
Read More
Published Senin, Oktober 01, 2012 by

Kepercayaan yang Disia-siakan


Kepercayaan. Kata yang singkat banget ya? Benar-benar padat dan tidak membutuhkan waktu sampai satu menit buat ngucapinnya. Tapi kalian tahu nggak? Buat numbuhin sebuah kepercayaan itu ternyata nggak semudah kita mengucapkannya. Susah banget, bener-bener susah. Apalagi kalau kepercayaan itu awalnya udah pernah disia-siain, dan harus kembali disia-siain. Mmm, bener-bener butuh pembuktian yang super duper hebat buat mengembalikan kepercayaan itu. 

Yah, kepercayaan itu emang berharga banget. Apalagi buat kalian-kalian yang sedang menjalani hubungan atas dasar kepercayaan. Entah itu hubungan pertemanan, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sekalinya kepercayaan itu hilang, cuma orang-orang yang beruntung aja yang bisa kembali mendapatkan kepercayaan itu.

Makanya, kalian-kalian jangan sampai ada yang menyia-nyiakan kepercayaan ya :) Rasanya dikhianatin kepercayaannya itu bener-bener sakit! Aku sendiri sering ngalamin hal itu. Hati-hati aja sebenarnya, siapa tahu nanti kena batunya. Gara-gara menghilangkan kepercayaan yang udah dikasih, nanti kita malah jadi rugi sendiri. Nggak mau kan? :D
Read More