Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Published Senin, Oktober 22, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Mencintai Kehilangan



Saya awalnya tahu video ini dari akun instagram milik @ananditodwis, dimana beliau ini sebelumnya pernah bermain di beberapa proyek serupa, seperti: Cinta Positif dan Film 212 The Power of Love. Kenal dan sampai men-follow begitu pun awalnya karena saat kuliah dulu, salah seorang teman saya sempat (sangat) mengagumi sosok Hamas Syahid saat marak-maraknya film Ketika Mas Gagah Pergi yang diadaptasi dari novel karya Helvy Tiana Rosa, yang membuat saya sedikit "kepo" juga di akun instagramnya Bang Hamas itu. Dan dari ke-kepo-an itu lah makanya saya jadi kenal dan tahu dengan beberapa selebgram yang suka membuat suatu proyek untuk berdakwah dan mengampanyekan sesuatu yang positif.

Lalu, dari beberapa proyek film serupa yang telah saya tonton, entah mengapa proyek terbaru yang berjudul "Singelillah"―yang merupakan bagian dari channel Teladan Cintaini menurut saya justru yang benar-benar ngena dan pas dengan keadaan saya saat ini. Eh enggak juga sih, mungkin hanya pas di bagian keduanya saja. Tapi intinya, setelah menonton video part 2 ini, saya langsung jadi jatuh cinta aja gitu. Kalau yang tahu tentang bagaimana kisah saya dan sudah menonton videonya pasti setuju dengan kalimat saya di atas. 11-12 lah ya meskipun tidak sempurna mirip, hehe. Dan, rupanya sebelum berbentuk serial begini, konten awalnya sebenarnya berbentuk film musikal. Subhanallah, saya jadi rindu menonton pertunjukan drama-drama musikal begitu, huhu.

Dan bagian yang saya suka dari serial ini adalah di kalimat yang begini:
Kalau kamu tidak diperjuangkan oleh seseorang yang kamu harapkan, kamu akan diperjuangkan oleh seseorang yang mengharapkanmu.
Tak perlu menangisi seseorang yang tidak peduli padamu.
Karena hidupmu terlalu berharga, waktumu jangan sampai tersita.
Seseorang yang menolakmu, belum tentu dia lebih baik darimu.
Bisa jadi menurut Allah, kamu adalah pribadi yang lebih baik.
Sehingga Allah menginginkanmu bertemu dengan seseorang yang lebih baik daripada dia.
Kosongkan hatimu untuk cinta-Nya.
Agar Dia hadirkan seseorang, yang bisa mencintaimu sepenuh hatinya.
Huaaaaaa :"

Hehe. Oh iya, dan bagi kalian yang ingin menonton serialnya dari awal, kalian bisa membuka channel Teladan Cinta yang ada di youtube. Atau kalau kalian malas nyarinya, kalian bisa tonton di sini: part 1, part 2, part 3 - taarufpart 3 - khitbah, dan part 3 - nikah. So, sudah siap melepaskan? *eh


Juni 2018, dipublikasikan terlambat karena menunggu keseluruhannya selesai dirilis
Yang ternyata malah jadi latepost banget :" telat sebulan
Read More
Published Sabtu, April 21, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Mereka Mulai Menyebutku Gila!

Tahun ini usiaku genap dua puluh tiga tahun. Sebuah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan untuk manusia biasa sepertiku yang sama sekali bukan wonder woman. Aku lahir sebagai anak normal yang tidak sepenuhnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku. Masa kecilku tidak sebahagia anak-anak pada umumnya. Aku berjuang hidup sendirian. Dalam himpitan ekonomi yang pas-pasan, hujatan dan kesedihan, namun tetap bersih dari alkohol, rokok, kehidupan malam apalagi free sex. Prestasiku cukup bagus dan aku berhasil lulus dari sebuah universitas yang cukup ternama.

Tak ada seorangpun yang tahu ketakutan, kesakitan, serta kegelapan yang kurasakan dari hari demi hari. Semua orang hanya melihat topeng cantikku yang ceria, kuat, dan tegar dalam menjalani hidup. Aku termasuk orang yang cinta damai. Tapi entah kenapa masalah selalu mengejarku kemanapun aku pergi. Aku tidak pernah dengan sengaja melukai hati siapapun. Tapi entah kenapa pula, aku selalu menjadi bahan gosip dan pergunjingan dari orang-orang di sekitarku.

Beberapa bulan belakangan ini, aku mulai merasa aneh terhadap diriku sendiri. Aku yang biasanya suka bersikap lembut dan ramah, beberapa waktu sempat menjadi sering marah-marah tidak jelas, bahkan untuk hal-hal yang sepele. Aku lebih mudah tersinggung, pun terkadang memiliki perubahan ide yang terlalu cepat. Intinya, aku bersikap begini itu pasti akan sangat menguji kesabaran orang-orang terdekat; apalagi orang yang hampir setiap hari bersama ataupun berkomunikasi denganku. Namun, ketika masa cooling down tiba, aku justru kembali berubah menjadi gadis yang super manis.

Aku tidak memiliki teman yang dapat dijadikan sebagai tempat sharing atau sekedar cerita, karena aku merasa bahwa tidak ada yang pernah mengerti ketika aku sedang bercerita. Aku biasa berbicara dengan cepat namun tidak ada dasarnya, sehingga beberapa temanku justru menjadi tidak menangkap maksud dari apa yang aku ceritakan. Hal tersebut pun membuatku tidak pernah mau untuk bercerita lagi. Aku menjadi lebih tertutup dan lebih suka berbicara sendiri ketika sedang sendirian. Aku merasa seperti ada orang yang menyauti pembicaraanku. Aku juga suka mengungkit-ungkit kesalahan orang di masa lalu, hingga membuatku marah-marah sendiri. Pun aku menjadi orang yang boros, membeli sesuatu yang sebetulnya tidak benar-benar aku butuhkan. Aku juga suka lagu-lagu sedih, lagu yang ketika mendengarnya mampu membuat hatiku mendayu-dayu.

Selain itu, jadwal tidur pun adalah hal tersulit yang paling susah untuk aku atur. Terkadang aku aktif di malam hari; tertidur di siang hari; beberapa hari tidak tidur; atau bahkan menjadi putri tidur yang menghabiskan seharian waktunya untuk terbaring di atas kasur. Aku selalu merasa sendiri, sepi, tidak berguna, bahkan sampai merasa menyesal kenapa aku harus hidup, jika hidup aku sedepresi ini. Aku banyak menghabiskan waktu di kamar, melakukan hal-hal yang aku sukai dan menghindari interaksi dengan orang lain.

Aku tidak tahu secara pasti sejak kapan sebenarnya aku mengalami hal ini, karena sejak jaman sekolah; tepatnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar pun aku sudah memiliki suicidal thought. Namun, seingatku, aku memang memiliki banyak memori yang tidak begitu menyenangkan semasa kecil. Mungkin teman-temanku mengira aku adalah orang yang aneh, karena pada suatu saat aku bisa jadi ikut bergabung pada beberapa lingkaran sosial, namun di waktu lainnya aku justru menghilang tanpa jejak.

Dan, ya, hari demi hari pun berlalu. Akhirnya aku pun memutuskan untuk berkonsultasi kepada seorang psikiater. Sebelumnya aku memang sempat menjadi silent reader di beberapa thread kaskus, sampai akhirnya perhatianku tertuju pada thread dengan judul, "Aku dan Bipolar Disorder." Ketika aku membacanya, bisa dipastikan, bahwa aku merasa apa yang tertulis di thread itu merupakan suatu kemiripan dengan apa yang sedang aku alami saat ini. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu penyebab mengapa aku memutuskan untuk menemui seorang psikiater.

Tetapi, saat itu, seorang psikiater yang aku temui menjelaskan bahwa penderita bipolar sebenarnya bukan orang gila, melainkan pemilik penyakit suasana hati dimana perubahan mood terjadi sangat cepat; dari ceria ke depresi akut yang dapat menyebabkan timbulnya penurunan kualitas hidup; atau lebih tepatnya menjadi jarang bergaul dan menjadi penyendiri. Lebih parahnya lagi, tidak sedikit penderitanya yang justru memiliki keinginan untuk melakukan suicide attempt. Penderita bipolar akan mudah marah, mudah bertengkar, ataupun sampai melakukan tindakan kekerasan kepada orang lain dan diri sendiri; jika itu tidak diatasi dengan baik.

Jika ditanya bagaimana reaksiku saat mengetahuinya, jelas aku menjawab bahwa aku sangat terpuruk. Terlebih, saat ini pun aku berjuang sendirian untuk mengatasinya. Tanpa obat, tanpa support, dan tanpa caregiver; bertahan hidup di tengah ketidakmengertian masyarakat Indonesia tentang apa itu gangguan kejiwaan. Sangat menyakitkan ketika aku merasakan sakit secara fisik dan psikis, namun penampakan fisik justru terlihat sehat dan baik-baik saja. Tidak ada seorang pun yang percaya bahwa aku sedang berjuang melawan sebuah penyakit selain dokter jiwa dan sesama penderita. Tudingan menyebarkan kebohongan publik, drama queen, serta menjadi seseorang yang tidak beriman pun harus aku terima.

Ya, begitu mudahnya manusia lain mendiskreditkan penderitaan hidup orang lain sebagai akibat dari lemahnya iman seseorang. Sebetulnya iman itu apa? Bukankah yang paling pantas untuk mengukur iman kita hanyalah Sang Pencipta? Justru aku sangat mencintai Tuhanku, dan karena itulah aku mampu bertahan hidup selama ini. Menahan kesakitan dan kepedihanku yang tidak pernah dimengerti dan diterima orang lain, membiarkan semua orang berprasangka buruk terhadap 'perbedaanku'.

Namun, karena hal itulah, aku menjadi suka menulis memoarku, aktif memotivasi orang lain, serta berusaha setidaknya mulai mebuka mata masyarakat umum tentang adanya sebuah penderitaan yang melebihi penderitaan fisik; yaitu penderitaan mental. Betapa banyaknya kejahatan dan kehidupan yang rusak serta hancur yang dimulai dari derita jiwa; anak-anak broken home, anak-anak bermasalah: baik drugs, narkoba kehidupan bebas tanpa moral, kriminalitas, dan kehidupan amoral yang sekarang mulai mengisi dunia, yang semua itu tidak hanya bisa diatasi dengan agama.

Untuk orang-orang yang sudah mencapai taraf seperti itu, sakit di jiwanya haruslah disembuhkan terlebih dahulu agar bisa dituntun ke dalam kesadaran akan iman dan agama, bukan langsung dikucilkan atau dianggap tidak beriman. Ya, mereka, kami, aku, hanya butuh DITERIMA. Penerimaan yang kemudian akan menjadi langkah awal dari pengertian. Dua hal yang akan menjadi pilar utama bagi kesembuhan mental dan jiwa yang sakit, agar dapat menjadi manusia yang 'dianggap' normal dan sadar bagi masyarakat di sekelilingnya.

Namun, dari hal-hal yang terjadi dalam hidupku, setidaknya aku mendapatkan beberapa pelajaran berharga yang bisa sedikitnya mendukungku. Saat aku menjalani terapi, aku mendengarkan sedikit cerita orang-orang yang memiliki penyakit yang sama denganku. Mataku agaknya sedikit terbuka dengan segala gangguan jiwa. Dan, ya, dari sinilah aku menemukan adanya satu ciri khas yang menempel pada penderita tersebut; yaitu bahwa mereka kesepian. Mereka hanya butuh tempat curhat, sementara orang-orang di luar sana, atau bahkan keluarga mereka sendiri menganggap mereka adalah manusia yang aneh. Mereka gila! Ya, mereka menyebutku gila! Padahal, kami hanya butuh didengar dan ditemani. Kami hanya butuh support pada masa-masa sulit itu.

Pada intinya, tolong jangan hakimi hidup seseorang bila hidup seperti apa yang sebenarnya sedang ia jalani pun kita tidak mengetahuinya. Sebagaimana hidupku. Bila aku boleh memilih, aku pun hanya ingin menjadi orang normal seperti kalian tanpa perlu embel-embel sebagai penderita gangguan jiwa. Aku pun jelas tidak memilih untuk memiliki ketidakstabilan mood yang ekstrim ataupun ketidakstabilan cairan di otakku. Ya, jelas aku tidak memilih lahir di kehidupan sulit yang mungkin 'bisa disalahkan' sebagai penyebab 'ketidaknormalanku'.

Aku memang seorang bipolar disorder! Tapi jelas aku pun tidak mau seperti ini. Siapa yang harus aku salahkan dalam kondisi seperti ini? Aku sudah melakukan apa yang aku bisa. Tapi, bila 'sakit' adalah 'sakit', lalu kepada siapa aku dapat protes? Aku hanya mampu mengadu kepada Tuhanku, dan berusaha untuk menyalurkan 'sakit' itu kepada hal-hal yang lebih positif. Tapi, sebesar apapun usahaku, pasti akan ada sedikit celah-celah di dalamnya. Maaf kalau aku tidak bisa menjadi seorang perempuan yang sempurna seperti yang kalian mau. Aku bukan wonder woman. Karena aku hanyalah manusia biasa...

*

Kisah di atas sebenarnya adalah campuran dari beberapa kisah iniiniiniiniini, ini, yang juga pada kesimpulannya didukung penuh oleh artikel ini; yang telah saya rangkum sekaligus saya rangkai agar menjadi sebuah kisah yang utuh. Bipolar. Ya, saya sudah pernah mengatakan bahwa saya sedang tertarik pada penyakit ini; dan sedang bersemangat sekali untuk mempelajarinya. Penyakit ini memang merupakan penyakit kedua yang sedang saya pelajari, sebelum penyakit pertama yang juga pernah saya tuliskan rangkumannya: lupus.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari beberapa kisah penderita bipolar di atas; yang juga saya ambil dari sumber-sumber yang saya cantumkan di paragraf sebelumnya. Mungkin kebanyakan orang justru menganggap rendah orang yang mengalami gangguan jiwa, baik itu penderita depresi, bipolar, skizofrenia, gangguan panik dan cemas, dan lain-lain. Selain itu, biasanya mereka pun bertanya-tanya, mengapa ada hal seperti itu di dunia ini, dan justru menjadi penasaran dengan bagaimana rasanya. Mereka akan berusaha untuk mencari jawaban yang tepat; namun, semakin mereka mencari, mereka justru akan semakin bingung karena mereka tidak pernah merasakan sendiri bagaimana menjadi seorang penderita gangguan kejiwaan. Akhirnya? Mereka hanya akan membandingkan penderita gangguan kejiwaan dengan diri mereka yang normal, hingga pada suatu kesimpulan bahwa orang yang menderita gangguan kejiwaan hanyalah orang yang tidak kuat ketika ditimpa suatu masalah, tidak berpegang pada agama, rapuh, dan stigma negatif lainnya.

Bipolar sendiri dapat timbul karena beberapa hal. Menurut Asosiasi Psikiatris Dunia (WPA), bipolar disebabkan oleh tiga hal. Pertama, struktur otak. Ilmuan menemukan bahwa adanya perbedaan ukuran otak antara penderita bipolar. Inilah yang menyebabkan kecelakaan pada kepala bisa menyebabkan seseorang mendadak menderita bipolar. Tapi, temuan yang lebih umum adalah kadar senyawa di otak yang tidak seimbang, sehingga obat-obatan akan sangat membantu menetralisir kondisi ini. Penyebab kedua adalah tekanan yang menyebabkan stress dari lingkungan. Pengaruh stress yang berlebihan ternyata dapat memicu kekurangan zat kimia tertentu di otak. Sedangkan penyebab ketiga adalah faktor genetik. Meskipun penelitian hal ini masih berlanjut, ilmuan menemukan jika seorang anak dapat mengidap bipolar turunan dari orang tuanya. Ya, bipolar memang merupakan salah satu gangguan kesehatan mental, namun bukan berarti bahwa penderitanya adalah seseorang yang biasa masyarakat kita menyebutnya dengan 'orang gila'.

Sementara dalam penangannya, orang dengan bipolar perlu perhatian khusus. Perubahan suasana hati yang ekstrem sering kali menjadi penyebab mereka bertindak tidak dengan pikiran yang jernih. Ian dalam Shameless digambarkan pernah menculik anak kekasihnya, dan meninggalkan bayi itu dalam mobil untuk waktu yang lama. Sementara, Marshanda seperti yang kita ketahui pernah mengungah video marah-marahnya ketika dalam keadaan depresi, yang justru menimbulkan cibiran dari orang-orang yang tidak mengerti. Tidak jarang, dalam kondisi depresi, orang dengan bipolar akan dengan mudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Pengawasan orang terdekat jadi modal utama bagi penderita bipolar untuk sembuh.

Ya, di dunia, banyak selebriti yang mengidap gangguan ini; seperti Catherine Zeta-Jones, Demi Lovato, dan Sinead O'Connor. Pun di Indonesia, gangguan bipolar mulai dikenal luas ketika pesohor Marshanda membuat heboh dengan drama penyanderaannya di rumah sakit oleh sang ibu. Namun, bipolar tidak selamanya dikaitkan dengan perspektif yang negatif. Banyak penderita bipolar yang justru mampu menyalurkan 'penyakit'-nya itu menjadi sesuatu yang positif; bahkan mampu menjadi kelebihan bagi dirinya sendiri.

Seperti Vindy Ariella yang justru menjadi motivator dan sering muncul pada seminar-seminar yang berkaitan dengan bipolar; atau Dini yang mampu menyalurkan gejala bipolarnya pada kesenian dan mampu mempertahankan indeks prestasinya di angka 4 pada setiap semesternya; atau Hanna Alfikih yang menjadi delegasi yang dikirim British Council Indonesia untuk mengikuti Unlimited Festival di London, Inggris; atau beberapa selebriti dunia seperti Demi Lovato dan yang lainnya yang sempat saya sebutkan di atas. Mereka hanya butuh dukungan, butuh tempat, dan tidak dikucilkan; atau lebih tepatnya tidak dibedakan. Sekali lagi, bipolar memanglah sebuah 'penyakit', namun dapat dijadikan sebagai sebuah kelebihan jika mampu ditangani dengan benar.


Purwokerto, pada malam-malam yang akan terasa lebih panjang;
mungkin orang-orang terdekatku merasakan hal yang sama;
sehingga aku pun sedang berusaha mempelajarinya.



Read More
Published Jumat, Februari 05, 2016 by

Apapun itu.

Sekiranya sekitar seminggu ini, ketika aku sedang sibuk-sibuknya dengan jadwal kuliah dan kegiatan lain, tanpa aku sadari aku mulai mempelajari sesuatu. Ya, sesuatu yang belum tentu orang lain dapat memahami dan menerimanya. Sesuatu yang mungkin, semua orang tidak akan ingin mengalaminya. Sesuatu yang mungkin tampak begitu menyakitkan, namun Insya Allah dapat membuat orang yang merasakannya menjadi lebih kuat.

Kalian tahu? Seminggu ini aku baru mempelajari tentang penyakit lupus. Ya, sebuah penyakit autoimun, atau penyakit dimana sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang itu menyerang tubuhnya sendiri. Antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dari bakteri, virus, atau yang lainnya justru menjadi error atau salah respon. Dan yang aku tahu, menurut seorang professor, penyebab dan obat dari penyakit ini belum diketahui dan masih dalam tahap penelitian. Sebenarnya autoimun sendiri bukan cuma lupus. Ada yang rematoid artritis (yang menyerang tulang dan sendi), scleroderma, diabetes tipe 1, syndrome sjorgen, anti pospolipid syndrome (darah cendurung mengental), ITP (menyerang trombosit), dan lain sebagainya.

Odapus (orang yang menderita lupus) biasanya benar-benar tidak bisa terkena paparan sinar matahari secara langsung dan terlalu lama, menderita kelelahan fisik, stress, berada di lingkungan yang salah, dan kedinginan. Kalau saja mereka mengalami salah satu dari itu, maka lupus itu pun langsung menyerang tulang dan sendi, sehingga rasanya linu sekali. Tidak hanya itu, lupus ini pun dapat menyerang jantung (aritmia), saraf (neuropati), dan hemiparese (lebih dominan tubuh bagian kanan). Ada pula beberapa yang timbul lebam-lebam di badan, pingsan (seperti koma), dan kejang-kejang. Kejang-kejang itu sendiri pun ada beberapa jenisnya, seperti tiba-tiba saja bengong atau blank, kejat-kejat (ini yang biasanya kita tahu), gemeretak giginya, dan ada juga yang seperti kesurupan.

Setiap odapus pun memiliki gejala yang berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Selain itu, hormon pun dapat menjadi pemicu kambuhnya penyakit lupus ini. Jadi, saat odapus mengalami masa-masa haid, maka lupus ini pun bisa bangkit kembali. Odapus menjadi moody-an, mudah sedih, mudah marah, atau tiba-tiba senang. Sel-sel yang muncul saat sedih, marah, atau terlalu exciting pun dapat menjadi salah satu pemicu kambuhnya si lupus ini. Odapus sendiri pun tidak mengerti mengapa tiba-tiba mereka mengalami hal-hal tersebut.

Ya, genetika seorang odapus sedang diteliti, namun memang tidak semudah kita mencari tahu tentang penyakit jantung maupun diabetes yang lebih mudah ditelusuri. Lalu, kalau kanker kan yang menyerang sel-sel itu sendiri  ya, sehingga dibutuhkannya peningkatan dari imunitas. Nah, kalau lupus ini justru imunitasnya harus ditekan, dan gejalanya pun menyerupai penyakit lain, jadi benar-benar tidak mudah untuk mendeteksinya. Sedihnya itu, lupus bisa membuat odapus menjadi benar-benar down. Ada yang sampai mengalami kebutaan, lumpuh, menyerang jantung, ginjal, kulit, sendi, tulang, dan paru-paru. Bahkan, ada odapus yang bisa jatuh pada titik nol dimana odapus merasa benar-benar kesakitan dan don’t know how to do.

Kebanyakan orang belum benar-benar mengetahui apa itu lupus ya, sehingga terkadang si odapus dikira manja karena tidak boleh panas-panasan, atau malas karena harus bedrest (saat tulang dan sendi terasa nyeri dan nggak bisa banyak gerak). Kadang juga tuh, sampai dipandang sebelah mata karena mau nggak mau harus tidak masuk sekolah/kuliah/kerja karena lupusnya sedang kambuh, meskipun beberapa menit sebelumnya masih terlihat baik-baik saja.

Ya, orang-orang di sekitar odapus ini benar-benar harus peka dan tidak langsung nge-judge ya, biar si odapus ini nggak jadi makin stress. At least, mereka mau mengerti tentang kondisi si odapus ini. Coba aja bayangin, waktu lagi ulangan atau ngerjain tugas dan tiba-tiba lupusnya kambuh, contohnya tiba-tiba nggak bisa nulis gitu, apa yang harus odapus lakuin coba? Dipaksain pun nggak akan bisa, karena benar-benar tangan kanan itu tiba-tiba lumpuh. Berarti, peran orang-orang di sekitar itu benar-benar penting kan untuk menyemangati si odapus ini saat lupus menyerang tubuhnya?

Inti dari postingan ini sih, aku cuma mau membagi informasi mengenai penyakit lupus ke pembaca sekalian. Ya, setidaknya kalian tahu apa itu lupus dan bagaimana ciri-cirinya, meskipun sebenarnya gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus ini terkadang benar-benar mirip dengan penyakit-penyakit lainnya. Dan setidaknya pun kalian bisa menghargai orang-orang yang tiba-tiba kita anggap manja karena tidak mau panas-panasan atau tidak mau bergerak. Meskipun aku tidak berharap itu merupakan gejala dari penyakit lupus, tapi setidaknya kita mau mengerti bahwa mereka memiliki alasan tersendiri mengapa mereka seperti itu.

Dan terakhir, asal kalian tahu, informasi ini aku dapatkan bukan hasil dari googling dari internet. Alhamdulillah, orang-orang yang memberitahu aku pengetahuan ini benar-benar sangat membantu dan pengertian ya. Mereka tidak patah semangat, sehingga odapus pun seharusnya tidak mudah menyerah dengan keadaan yang dialaminya. Benar begitu, bukan?
Read More
Published Minggu, Oktober 14, 2012 by

Daftar Redaksi Penerima Naskah

File tersedia di bawah postingan ini

TEKNIS STANDARD PENGIRIMAN NASKAH

Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe,gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga. Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.

Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp. Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN . Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim. “Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….” Selesai.

Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin. Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!

BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dantabloid yang menerima kiriman CERPEN. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Republika: sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

2. Kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com. Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

3. Koran Tempo: ktminggu@tempo.co.id. Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.

4. Jawa Pos: sastra@jawapos.co.id. Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 900.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.

5. Suara Merdeka: swarasastra@gmail.com. Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

6. Suara Pembaruan: koransp@suarapembaruan.com. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

7. Suara Karya: redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional: tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Seputar Indonesia: redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com. Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Pikiran Rakyat: khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com. Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

11. Tribun Jabar: cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com. Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

12. Kedaulatan Rakyat: redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Harian Joglo Semar (Yogyakarta): harianjoglosemar@gmail.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Minggu Pagi (Yogyakarta): we_rock_we_rock@yahoo.co.id. Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

15. Surabaya Post: redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com,zahira@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

16. Radar Surabaya: radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id. Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

17. Lampung Post: lampostminggu@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.

18. Berita Pagi (Palembang): huberitapagi@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Sumatera Ekspres (Palembang): citrabudaya_sumeks@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Padang Ekspres: yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

21. Haluan (Padang): nasrulazwar@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Singgalang (Padang): hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id. Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Riau Pos: budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

24. Sumut Pos: redaksi@hariansumutpos.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

25. Global (Medan): tejapurnama@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

26. Analisa (Medan): rajabatak@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Sinar Harapan: redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

28. Jurnal Cerpen Indonesia: jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

29. Majalah Horison: horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com. Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

30. Majalah Esquire: cerpen@esquire.co.id. Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi viaemail/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

31. Majalah Sabili: elkasabili@yahoo.co.id. Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

32. Majalah Suara Muhammadiyah: redaksism@gmail.com. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

33. Majalah Ummi: kru_ummi@yahoo.com. Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.

34. Majalah Kartini: redaksi_kartini@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 350.000,- dua minggu setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.

35. Majalah Alia: majalah_alia@yahoo.com. Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

36. Majalah Femina: kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

37. Majalah Story: story_magazine@yahoo.com. Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

38. Majalah Annida-online: majalah_annida@yahoo.com. Konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

39. Majalah Bobo: bobonet@gramedia-majalah.com. Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

40. Tabloid Nova: nova@gramedia-majalah.com. Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

RUBIK DI MEDIA YANG MENERIMA TULISAN DARI PEMBACA:

KORAN PIKIRAN RAKYAT (edar di Jawa Barat)
  1. Forum Guru ada hampir setiap hari. Memuat opini-opini guru dan tenaga kependidikan terkait masalah pendidikan, misalnya bimbingan belajar, UN, moral dll. Panjang tulisan 2000-3000 karakter. Email : forumguru@pikiran-rakyat.com. Sertakan foto.
  2. Cakrawala, tulisan tentang pengetahuan... umum. Ada setiap hari kamis, berisi 5-6 artikel.Biasanya satu penulis bisa dimuat 3 judul sekaligus dan masih berhubungan. Tapi bisa juga mengirimkan satu judul, nanti akan dimuat bersamaan tulisan lain yang temanya sama/sejenis. Panjang tulisan 4000 – 6000 karakter. email : cakrawala@pikiran-rakyat.com
  3. Khasanah, berisi tulisan tentang budaya. Bisa berupa cerpen, puisi atau feature. Dimuat setiap minggu.Panjang 4000 – 6000 karakter. email : khazanah@pikiran-rakyat.com
  4. Geulis, berisi tentang tips kecantikan dan kesehatan perempuan. Hadir setiap minggu. Panjang 4000 – 6000 karakter. email : geulis@pikiran-rakyat.com
  5. Kampus, untuk mahasiswa, tulisan seputar kampus dan perkulihan.Panjang 4000 – 6000 karakter. Email : kampus_pr@yahoo.com . Kalau gak salah tiap kamis.
  6. Opini tiap hari ada, kecuali sabtu dan minggu. Panjang 5000-6000 karakter. Kirim berserta foto ke email :opini@pikiran-rakyat.com

REPUBLIKA
Yang saat ini lagi naik daun di kalangan ibu-ibu adalah rubrik leisure. Leisure tayang setiap hari selasa.
  1. Buah hati, berisi tentang pengalaman pribadi yang unik, inspiratif dan bermanfaat dalam mengasuh anak. Tulisan sekitar 2500 karakter + foto
  2. Parenting, berisi artikel dan tips pengasuhan anak, sejauh ini sepertinya ditulis oleh redaktur republika, tapi tidak ada salahnya dicoba. Tulisan sekitar 4000-6000 karakter.
  3. Jalan-jalan, berupa pengalaman perjalanan ke suatu kota atau tempat wisata, bisa local, tidak harus luar negeri. Tulisan sepanjang 7500 karakter beserta foto-foto.
Untuk ketiga rubric di atas bisa dikirim ke leisure@rol.republika.co.id

JAWA POS / INDOPOS
  1. Perempuan Bercerita, tema bebas, 750 kata email ke her_relationship@jawapos.co.id
  2. Gagasan, usulan pendek tentang apa saja, panjang 250 kata, Opini, panjang 850 kata Keduanya email ke opini@jawapos.co.id sertakan CV, no rek, NPWP dan telp. Naskah yg 5 hari tidak dimuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

UMMI 
Majalah Keluarga Muslim yang terbit setiap bulan. Ada beberapa rubrik yang membuka peluang bagi penulis -di luar redaksi- untuk mengirimkan tulisan. Rubrik apa sajakah?
  1. Dunia Wanita: 1 halaman dengan panjang tulisan maksimal 3000 karakter. Berisi pengalaman pribadi, atau opini dengan sudut pandang perempuan. Tips agar dimuat: Manfaatkan tema yg sedang in di bulan tersebut. namun kirimkan naskah tersebut minimal 2 bulan sebelum momen. Misalnya jika ingin menulis dengan tema ramadhan, kirim naskahnya di bulan-bulan April-Mei. Karena proses penggarapan naskah dilakukan 2 bulan sebelum terbit, usahakan untuk mengambil topik atau pembahasan dengan agle yg unik. Misalnya ajakan untuk berbelanja ke warung, saat banyak orang memilih belanja di mal/pasar. tentu dengan didukung argumen yang menguatkan topik tersebut.
  2. Cerpen: 2 halaman dengan panjang naskah maksimal 6000 karakter. Tips: Ambil tema yang unik. Ummi menerima kira-kira 10-20 naskah baik online maupun setak setiap bulannya. namun, jarang yang temanya unik. Konflik juga kurang tergarap jadi cerpen cenderung datang. Cerpen dengan setting suatu daerah yg khas dg dialek lokal, biasanya memiliki satu poin lebih dibanding cerpen yg setingnya tidak jelas. Batasi jumlah tokoh, namun perkuat karakter tiap tokoh dalam cerpen tersebut.
  3. Cerpen Anak: 2 halaman, dengan panjang naskah maksimal 5500 karakter. Tips: pembaca cerpen anak, berusia 5-13 tahun. Usahakan temanya sederhana, bahasanya mudah dipahami dan berhikmah. boleh cerita biasa, imajinasi (misalnya tokohnya debu/awan/angin/pohon) atau fabel.
  4. Perjalanan: 2 halaman, panjang naskah 5700-an karakter. Tips: pilih lokasi/daerah/kota/negara yg unik, bisa karena 'sesuatu' yang tak biasa di sana. boleh juga mengangkat sisi sejarah yang tak banyak orang mengetahuinya. Mungkin ada agle yg berkaitan dengan keislaman, biasanya menjadi poin tambah dari tulisan tersebut. Usahakan deskriptif, sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana perjalanan menuju kesana, suasananya bagaimana (panas/dingin/hangat), gambarkan keunikannya misalnya bentuk rumah, sapaan khas penduduk lokal, dll. Sertakan foto, minimal 5 buah dengan ukuran file, kira2 500 kb- 1 MB. agar tidak pecah ketika di layout. berikan captoin/keterangan di bawah foto tersebut. foto bisa menguatkan isi artikel, bisa juga hal lain yg menarik namun belum termuat di artikel
Oya, naskah bisa dikirim ke kru_ummi@yahoo.com atau dikirim ke redaksi Ummi, Jl. Mede No. 42A Utan Kayu, Jakarta Timur
Catatan:
Di Ummi edisi Maret 2012, ada informasi lomba untuk rubrik UFUK DALAM.

Redaksi IRFAN menerima tulisan dari luar untuk rubrik-rubrik berikut ini:
1. Cerpen
Ketentuan:
- Tema cerpen berisi hal-hal yang dapat membangun jati diri anak Indonesia
- Bernuansa Islami meskipun tidak harus melulu dengan simbol-simbol Islam.
- Panjang naskah 600-700 kata (cek word count)

2. Flora
Berisi informasi populer dan menarik tentang dunia tumbuhan.
Ketentuan naskah:
- Diutamakan memiliki unsur keunikan tertentu yang menambah pengetahuan baru.
- Panjang naskah 500-700 kata.
- Lebih disukai bila naskah disertai foto-foto penunjang, besar file masing-masing foto min. 400 KB.
- Sertakan keterangan kepemilikan copyright atau sumber jika menggunakan foto hasil karya orang lain.

3. Fauna
Rubrik yang memberikan informasi populer dan menarik tentang dunia hewan.
Ketentuan naskah:
- Diutamakan memiliki unsur keunikan tertentu yang menambah pengetahuan baru.
- Panjang naskah 500-700 kata.
- Lebih disukai bila naskah disertai foto-foto penunjang, besar file masing-masing foto min. 400 KB.
- Sertakan keterangan kepemilikan copyright atau sumber jika menggunakan foto hasil karya orang lain.

4. English Story
Cerita sederhana dalam bahasa Inggris yang bertujuan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak (target pembaca kelas 3 SD ke atas).
Ketentuan:
- Panjang naskah 400 – 600 kata
- Menyertakan terjemahan daftar kata sulit

5. Reportase Cilik
Pengisi rubrik ini khusus hanya anak-anak usia SD. Bertujuan untuk melatih kemampuan merangkum pengalaman dan fakta dalam bentuk tulisan.
Ketentuan:
- Panjang naskah 500-700 kata
- Berisi berita ringan tentang pengalaman kunjungan ke tempat-tempat yang menarik seperti museum, tempat bersejarah, wisata alam, sekolah, dan sejenisnya.
- Disertai file foto-foto penunjang dalam format asli (bukan hasil cropping)
- Disertai keterangan kepemilikan copyright foto. Silakan kirim naskah terbaik Anda ke redaksi@majalahanak-irfan.com.
CATATAN: 
1. Naskah dikirim dalam attachment (bukan di badan email)
2. Cantumkan nama rubrik dan judul naskah sebagai subject email supaya redaksi lebih mudah mengklasifikasikan naskah.
Terima kasih.

KAWANKU 
Syarat naskah cerpen 2011:
Cerpen remaja dengan ketentuan:
  1. Maks. 8 halaman A4, ketik 2 spasi, TNR 12.
  2. Kirim dengan subjek cerpen ke: cerpenkawanku@gmail.com
Terbit tiap hari Rabu, dua minggu sekali. Jika dalam waktu 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tak layak muat.
Harga: Rp.15.000

ANEKA YESS!
Syarat naskah cerpen:
Cerpen remaja dengan ketentuan:
  1. Maks. 7 halaman folio, ketik 2 spasi.
  2. Sertakan surat pernyataan keaslian karya.
  3. Kirim dengan subjek FIKSI ke e-mail: aneka@indosat.net.id atau yess_pals@yahoo.com
Terbit tiap hari Rabu, dua minggu sekali. Jika dalam waktu 3 bulan tidakdimuat, berarti cerpen tak layak muat.
Harga: Rp.17.000

GADIS 
Syarat naskah cerpen:
Cerpen remaja dengan ketentuang:
  1. 6-7 halaman folio, ketik 2 spasi. Percikan (Cerpen Mini), cerpen remaja, maks. 2 hal polio dan ketik 2 spasi.
  2. Info Terbaru! Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ke: Redaksi.GADIS@feminagroup.com
  3. Atau Kirim via Pos tulis CERPEN di pojok kanan amplop ke: Jl. HR Rasuna Said Blok B Kav 32-33Jakarta 12910 Telp. 021 526 6666
Terbit sepuluh hari sekali. Harga: Rp.17.000, edisi khusus: Rp. 23.000

HAI! 
Syarat naskah cerpen:
Cerpen remaja cowok dengan ketentuan:
  1. 6000-12000 karakter+spasi, ketik 2 spasi, kertas folio/A4 dalam format rtf.
  2. Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ke: hai_magazine@gramedia-majalah.com / de2ayu@yahoo.com
Terbit tiap Senin. Harga: Rp.15.000, edisi khusus: Rp. 25.000

STORY 
Majalah remaja.
Syarat naskah:
  1. Cerpen remaja romance/sci-fi/horor/humor, 10.000-14.000 karakter+spasi, ketik 2 spasi, kertasfolio. Lampirkan fotomu yang paling keren.
  2. Cerbung: 26.000 – 40.000 karakter + spasi / sekitar 20-30 halaman
  3. Novelet: 30.000 –35.000 karakter + spasi / sekitar 23-35 halaman
  4. Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ROMANCE/HOROR/HUMOR/SCI-FI tergantung jenis cerita ke: story_magazine@yahoo.com
Terbit tiap tanggal 25. Harga: Rp.18.000

CHIC 
Majalah wanita karir.
Syarat naskah cerpen:
  1. Cerpen metro-pop, maks. 6 – 8 halaman folio, ketik 2 spasi. Atau Maks. 8 halaman A4.
  2. Kirim dengan subjek CERPEN / STORY ke e-mail: chicstory@gramedia-majalah.com / chic_magazine@gramedia-majalah.com
Terbit tiap hari Rabu, dua minggu sekali. Harga: Rp.15.000

FEMINA 
Majalah wanita dewasa.
Syarat naskah cerpen:
  1. 6 – 8 halaman kuarto, ketik 2 spasi, huruf Arial 12.
  2. Kirim dengan subjek CERPEN via e-mail ke: redaksi@feminagroup.com
Terbit 2 Minggu sekali

KARTIKA 
Majalah wanita masa kini.
Syarat naskah cerpen:
  1. 4 – 8 halaman A4, ketik 2 spasi, huruf TNR 12.
  2. Kirim dengan subjek CERPEN via e-mail ke: majalahkartika@yahoo.com
Terbit 2 Minggu sekali

KARTINI 
Majalah wanita dewasa.
Syarat naskah cerpen:
  1. 4 – 8 halaman A4, ketik 2 spasi, huruf TNR 12.
  2. Kirim dengan subjek CERPEN via e-mail ke: redaksi_kartini@yahoo.com
Terbit 2 Minggu sekali

UMMI 
Majalah dewasa/keluarga islami.
Syarat naskah cerpen:
  1. maks. 8 halaman folio, ketik 2 spasi, huruf TNR 12.
  2. Sertakan fotokopi identitas.
  3. Kirim dengan subjek CERPEN via e-mail ke: kru_ummi@yahoo.com Poskan ke: Jl. Mede No. 42A Utan Kayu, Jakarta Timur 13120 Telp. 021 858 0569
Terbit 2 Minggu sekali

HORISON (majalah sastra) 
  1. horisonpuisi@gmail.com (untuk pengiriman naskah puisi)
  2. horisoncerpen@gmail.com (untuk pengiriman naskah cerpen)
  3. horisonesai@gmail.com (untuk pengiriman naskah esai)
  4. horisonkakilangit@gmail.com (untuk pengiriman naskah khusus siswa/pelajar) horisonsurat@gmail.com (untuk surat penyurat dan berlangganan)
Catatan: Setiap naskah yang dikirim harus disertakan biodata lengkap, alamat lengkap, nomor telp/HP yang dapat dihubungi, foto, dan nomor rekening (bila ada) untuk mempermudah administrasi pemuatan. Terima kasih.

TABLOID 
Gaul 
Syarat cerpen:
  1. cerpen teenlit, maks. 8 hal. Folio, ketik 1,5 spasi, sekitar 10.000 karakter+spasi.
  2. Via e-mail: tabloid.gaul@yahoo.co.id
  3. Kirim via pos ke: Redaksi Gaul Jl. Kedoya Duri Raya No. 36, Kebun Jeruk, JakartaBarat 11520 Telp. 021 5835 9109
Terbit tiap Senin Harga: Rp.8000, - 10.000

Keren Beken 
Syarat naskah cerpen:
  1. Cerpen remaja, Min. 4 halaman komputer, Maks. 7 halaman folio, ketik 2 spasi.
  2. Sertakan surat pernyataan keaslian karya.
  3. Kirim dengan subjek FIKSI ke-mail: aneka@indosat.net.id Atau Pos ke: Redaksi Keren Beken Jl. Salemba Tengah No. 58, Jakarta Pusat 10440 Telp. 021 230 6188
Terbit dua minggu sekali tiap Senin. Harga: Rp.8000

Teen 
Syarat naskah cerpen:
  1. Cerpen teenlit, maks. 6 hal A4, ketik1,5 spasi.
  2. Kirim via pos ke: Redaksi Teen, Jl. Guru Mughni No. 2, Karet Kuningan, Jakarta Selatan 12940 Telp. 021 527 6325
Terbit tiap Sabtu, 2 Minggu sekali Harga: Rp.15.000

Top Idol
Syarat cerpen:
  1. cerpen teenlit, sekitar 5000 karakter (tanpa spasi?), 12 TNR, ketik 1,5 spasi, 1 hal. kertas A4, Surat Pernyataan Naskah Asli, sekitar 10.000 karakter+spasi.
  2. Via e-mail: redaksi@topidolindonesia.com
Terbit Tiap Senin, 2 Minggu sekali Harga: Rp.7000,

Dear para calon penulis,
Jika Anda memiliki naskah boleh banget mengirimkannya ke redaksi agensi naskah Indscript Creative. Kami mencari naskah JEMPOLAN yang siap kami promosikan ke berbagai penerbitan. Ikuti spesifikasi pengiriman naskah berikut ini:
1. Judul dan nama penulis (dalam satu halaman)
2. Sinopsis
3. Daftar isi
4. Naskah isi
5. Profil penulis
6. Biodata penulis lengkap (jangan lupa karya yang pernah diterbitkan ditulis ya)
Sistematika pengetikan Times New Roman, 12 poin, 1,5 spasi, minimal naskah 120 hal.
Kirimkan ke: indscript.creative@gmail.com, subject: TITIP NASKAH

Selamat menulis dan mudah-mudahan bisa bekerjasama dengan kami,
Redaksi agensi naskah Indscript Creative

Berikut saya lampirkan file yang berisi informasi seperti di atas untuk di download: DOWNLOAD FILE
Sumber : Ae Publishing
Read More
Published Kamis, Oktober 11, 2012 by

Cara Kirim Tulisan ke Annida Online


Mengutip pertanyaan yang tertera pada situs Annida Online (www.annida-online.com) :

  1. Bagaimana cara kirim tulisan ke annida-online? Rubrik apa saja yang menerima tulisan dan apa saja kriterianya?
  2. Jawab: Cara kirim tulisan ke Annida gampang banget Sob, coba klik KIRIM TULISAN yang ada di bagian bawah web Nida! Download persyaratan tulisannya! Di situ lengkap penjelasan kriteria tulisan dan cara kirimnya juga. Kamu bisa kirim berbagai jenis tulisan ke annida-online Sob! Yang senang tulisan imajinasi alias fiksi bisa ikutan mengisi rubrik Galaxy Fiksi: Cerpen, Cerbung, Cerpen Interaktif, Cerpen Ngocol, Epik.
    Buat yang suka menulis non fiksi, rubrik di Annida terbagi menjadi 2: Dari Nida & Dari Sobat Nida, semua rubrik Dari Sobat Nida berarti bisa kamu ikutan kirim naskah Sob!
    Ada Kisah Sejati; Citizen Journalism; Review Lagu; Travelstory; Info Buku; Dapur Penulis. Semua bisa kamu coba!

  3. Bagaimana cara mengirim puisi?
  4. Jawab: Puisi ada di Forum Cafe Nida, Sob! Nama rubriknya "Secangkir Syair".
    Cara kirim puisi:
    1. Daftar member Cafe Nida (harus dapat approve dari admin dulu)
    2. Posting puisimu langsung di Secangkir Syair
    3. Ajak teman-temanmu untuk ikut memberi komentar!

  5. Bagaimana cara berlangganan majalah Annida?
  6. Jawab: Annida sudah tidak terbit versi majalahnya sejak Juli 2009 Sob.
    Akan tetapi, insya Allah mulai April 2012, Annida akan kembali cetak. Terbit per 3 bulan. Hanya saja sistemnya Printing On Demand, jadi tidak dijual bebas Sob.

  7. Cerpen yang saya kirim sudah diterima belum?
  8. Jawab: Kamu bisa menanyakan di Buku Tamu perihal cerpen yang kamu kirimkan. Insya Allah Buku Tamu dibalas setiap hari kerja Sob.

  9. Bagaimana nasib cerpen saya?
  10. Jawab: Nasib cerpen yang dikirim ke annida-online paling lambat 2 bulan sudah akan mendapat jawaban Sob. Kamu bisa memantau nasib tulisan yang kamu kirim di rubrik Cerpen Rijek.
    Jika sudah masuk Cerpen Rijek, berarti kamu bebas mengirim tulisanmu ke media lain, atau kamu boleh merevisinya kembali sesuai saran/ komen redaktur Nida, kemudian mengirim ulang hasil revisinya ke annida-online untuk diseleksi kembali.

  11. Apakah cerpen yang dikirim ke annida akan mendapat honor?
  12. Jawab: Hati-hati menyimak jawaban Nida:
    Cerpen yang DIKIRIM ke Annida tentu saja tidak mendapat honor, akan tetapi cerpen yang DIMUAT Annida akan mendapat honor Rp. 70 ribu/cerpen (kebijakan 2012).
    Tidak hanya cerpen, tulisan lain pun jika dimuat akan mendapat honor, minimal mendapat bingkisan dari Annida. Untuk lebih jelas, silakan klik KIRIM TULISAN. Kemudian Download Persyaratan Tulisan! Daftar honor rubrik Annida ada di dicantumkan di sana.

  13. Kalau mau kerjasama dengan Annida bagaimana caranya?
  14. Jawab: Nida sangat terbuka dengan berbagai tawaran bentuk kerjasama. Kamu bisa menghubungi Nida dengan berbagai cara:
    1. Telepon ke redaksi 021-8193242 ext. 210
    2. SMS ke redaksi 0838-99-6474-39
    3. Kirim pesan di Fb: Annida Online atau Redaksi Annida
    4. Kirim pesan di twitter: @Annida_Online
    5. Via email ke majalah_annida@yahoo.com

Untuk info cara pengiriman dan aturan penulisan naskah, silahkan klik link ini : Cara Kirim Tulisan Read More