Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Published Rabu, Mei 16, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Tapi #Repost

Tak peduli siapa saja yang ia sapa di chat roomnya, selain aku.
Tapi jangan lupa shalat walau lagi asyik chat ya :)

Tak peduli siapa perempuan yang duduk di sadel belakang motornya,
Tapi jangan lupa pake helm ya :)

Tak peduli siapa yang menemaninya makan,
Tapi jangan sampai lupa makan ya :)

Tak peduli sesibuk apapun ia dengan aktifitasnya yang aku tak tahu,
Tapi jangan kecapean ya, istirahat yang cukup :)

Tak peduli, siapa nama yang terbersit di pikirannya sebelum ia tidur,
Tapi jangan sampai lupa baca doa :)


Dan tunggu, sampai kalimat berawal tapi itu menghilang ditelan waktu.


Sekali lagi, direpost dari linimasa milik Mba Elis.
Read More
Published Selasa, April 24, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Aku Ini Monster

Aku ini monster.
Tapi topengku sangatlah cantik.
Bak bunga di musim semi.
Senyumku mampu hilangkan pilu.

Aku ini monster.
Terlahir dari sebuah penyakit.
Bermuka dua penuh kepalsuan.
Demi bertahan untuk tidak dikucilkan.

Aku ini monster.
Lalu mereka mulai membenciku.
Tapi tidak dengan topengku.
Karena aku ibu peri dengan itu.

Aku ini monster.
Dan sempat terbesit dalam hati.
Apakah menghilang pilihan terbaik?
Karena tak selamanya aku menyembunyikan itu.


Selasa, 24 April 2018;
saat menulis ini, aku bertanya dalam hati;
apakah cinta hanya memandang bahagianya saja?
secepat itu melepaskan hati; meninggalkan luka;
tanpa peduli apa yang telah tergoreskan.
Read More
Published Selasa, April 24, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Biasanya, Dia...

Dia yang selalu bahagia;
biasanya yang paling sedih hatinya.

Dia yang selalu tersenyum;
biasanya yang paling sering menangis di malam-malamnya.

Dia yang selalu ceria;
biasanya yang paling terpuruk harinya.

Ya, dia;
yang lebih suka menutup diri,
yang pandai menyembunyikan rasa,
hanya akan terbuka pada dirinya,
atau setidaknya hanya satu orang,
yang sangat disayangkan,
biasanya tak dapat menerima, kekurangannya;
biasanya yang paling butuh dukungan untuk hidupnya.

Karena dia yang sebenarnya lemah;
biasanya hanya dicintai karena topeng cantiknya.


Selasa, pada malam-malam yang panjang.
Read More
Published Kamis, April 19, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Berpura-pura

Berpura-pura,
tapi tak mengapa.
Aku tak terbiasa,
tapi ini pilihmu.

Yang katanya bertahap,
tak berlaku untukku.
Apa yang ku bilang,
tak jadi pikirmu.

Selamat.
Akhirnya waktu yang kau tunggu pun datang juga.


Jakarta, 19 April 2018; 07:11
Penyakit ini, ku harap bisa sembuh.
Karena mereka mulai menyebutku gila.

Read More
Published Selasa, Maret 27, 2018 by

Ya Rabb, Aku Lemah..

Ya Rabb..

Terima kasih
Hari ini kau telah benar-benar mengajariku
Tentang apa itu arti kehilangan
Bahwa semua adalah milik-Mu
Manusia tak berkuasa, sedang Kau lah Maha Kuasa

Ya Rabb..
Tak ku sangka kepalaku terasa berat
Rasanya hendak tersungkur
Tetapi tanggungjawab masih banyak
Hingga bila mampu ku meminta
Tak ku pinta agar dimudahkan

Ya Rabb..
Harapanku adalah sebuah kekuatan
Agar aku mengerti arti kesabaran
Agar aku kuat dalam setiap ujian
Karena Oh Allah, aku lemah..
Dan kadang-kadang aku susah

Ya Rabb, Kuatkan aku..
Read More
Published Senin, Maret 05, 2018 by

Teruntuk: Kamu

Teruntuk, kamu yang hanya melihat keindahan.

Aku tidak akan menyalahkan.
Karena yang sudah adalah sudah.
Dan yang berlalu akan terus berlalu.
Meski, harus ada pengorbanan,
untuk sebuah pertemanan.
Aku pastikan tak akan ada dendam.

Karena aku mulai memahami,
sejatinya yang membuat nyaman,
tak selamanya mampu bertahan.


Jakarta, 5 Maret 2018
Dari perempuan yang telah kau patahkan hatinya.
Read More
Published Kamis, September 14, 2017 by

Puisi: 14 September 2017

Banyak kata yang tak dapat diucapkan
Banyak kisah yang tak dapat diceritakan
Banyak air mata yang harus dihilangkan
Banyak kesedihan yang harus dilupakan

Meski hadirmu memberi warna
Pada akhirnya akan berakhir duka dan nestapa
Untuk itu, maaf dan terima kasih
Atas segala yang sudah-sudah Read More
Published Selasa, September 12, 2017 by

Puisi: 12 September 2017

Sejatinya hidup itu pilihan
Pilihan untuk bangkit atau terpuruk
Pilihan untuk berjalan atau berlari
Pilihan untuk berpindah atau berdiam

Dan memang benar-benar pilihan
Pilihan untuk menunggu atau berlalu
Pilihan untuk bersedih atau bahagia
Pilihan untuk berjuang atau menyerah

Ya, hidup memang pilihan
Tidak seperti mati yang kepastian
Hidup butuh keberanian
Keberanian untuk memilih dan bertahan

Karena hidup adalah pilihan
Dan setiap pilihan menentukan
Apakah hidup menjadi seorang pemenang
Atau mati dengan kesia-siaan

Untuk itu, bisa kah aku percaya padamu?
Di masa depan, meskipun, terpisah jarak yang panjang
Karena hidup memang pilihan, tapi tidak dengan kamu
Karena kamu adalah tujuan yang pantas diperjuangkan Read More
Published Senin, September 11, 2017 by

Puisi: 11 September 2017

Terkadang, hidup ini lucu
Beberapa kata tak dapat terucap
Beberapa pesan tak dapat tersampaikan
Beberapa asa hanya menjadi angan

Hingga hidup dipenuhi kepalsuan
Bertopeng semu, menjadi penipu
Terkadang malah jadi benalu
Namun, bukannya tak mau, hanya saja tak mampu

Lalu, ada kah cara lain selain kata?
Yang mampu menghantarkan rindu
Mampu menjelaskan maksud
Mampu menghantarkan asa

Karena terkadang, diri ini ingin didengarkan
Meskipun bibir tak dapat berucap

*sungguh, aku benar-benar tidak panda membuat puisi Read More
Published Senin, November 14, 2016 by

Puisi: 14 November 2016

Aku tidak pernah sesedih ini, terperangkap
Bersama semua kenangan yang terukir
Bersama semua canda, tawa, tangis, luka yang hadir
Bersama keputusasaan di saat aku benar-benar cinta

Mungkin aku telah dibutakan
Oleh cinta yang sepertinya penuh luka
Oleh rindu yang sebenarnya salah
Hingga aku terlupa, bahwa hanya kepada Allah lah tempat ku labuhkan diri

Tapi kini, aku harus bangkit
Mengikhlaskan apa yang memang harus diikhlaskan
Karena aku tidak sebodoh itu untuk terus di sini
Hidup dalam pengharapan akan cinta yang sia-sia

Terima kasih, karena telah mengingatkanku
Untuk mencintai apa yang seharusnya aku cintai
Membuatku membuka mata dan mampu melangkah
Membuatku mampu beranjak pergi

Semoga persahabatan ini, 'kan tetap abadi
Menjadi satu dari tujuh persahabatan
Menjadi sahabat dunia akhirat
Bersama berada di Jannah-Nya

Dan untuk kamu, selamat tinggal
Semoga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan
Karena apa yang kamu sia-siakan,
Tidak akan pernah bisa kamu dapatkan kembali Read More
Published Jumat, Januari 29, 2016 by

Kembali Memulai

Menutup diri
Bak seorang introvert di tengah keramaian
Kehilangan teman, kehilangan kawan
Entah mengapa terasa lebih menyenangkan

Bahkan, menyendiri
Menutup impian akan sesuatu yang telah usai
Berakhir, pun berbekas
Terkadang sakit, benar adanya

Tidak,
Aku hanya ingin kembali memulai
Read More
Published Selasa, Oktober 13, 2015 by

Puisi: 13 Oktober 2015

Jatuh cinta memang sakit.
Terlebih ketika harus menjadi salah satu dari dua orang yang saling mencintai,
namun berprinsip untuk saling memantaskan diri.
Berusaha untuk sekadar mengagumi,
namun hasrat terus meninggi.

Jatuh cinta memang sakit.
Ketika harus mengontrol diri untuk tidak saling berkomunikasi.
Lelah hati menahan rindu yang bergejolak dalam diri.
Hanya mampu berdoa kepada Sang Pemilik Hati. 

Jatuh cinta memang sakit.
Tapi yakinlah, di balik sabar dan sakitmu,
akan ada bahagia menanti.
Ya, suatu saat nanti.
Ketika cintamu dihalalkan oleh ikatan janji suci.

Jatuh cinta memang sakit.
Namun bersabarlah.
Karena sesungguhnya pacaran setelah menikah jauh lebih indah.
Read More
Published Senin, September 15, 2014 by

Embun

Embun
Datang menemui pagi
Di tempat gadis kecil berdiam diri
Berteman sepi
Setiap pagi
Gadis kecil selalu menanti
Datangnya embun pagi
Berharap embun mengerti
Akan harapan diri
Tapi
Embun tak suka didekati
Embun tiba-tiba pergi
Meninggalkan gadis kecil sendiri
Kembali berteman sepi
Embun lebih memilih pergi
Embun lebih suka pagi
Embun lebih suka sendiri
Read More
Published Minggu, Februari 19, 2012 by

Kenangan

Pernah aku mengingat
Sebuah nama, sebuah cerita
Indah manis madu menyengat
Hidup bagai di hamparan awan angkasa

Sakit, memang sakit
Tapi itu manis, meski teriris-iris
Aku lelah, aku letih
Ketidakberdayaan membelengguku
Mengikat kuat asaku

Kenangan, tinggal-lah kenangan
Yang dulu indah, kini menjatuhkan
Sebesar apapun aku berangan-angan
Kenangan, tetaplah kenangan
Read More
Published Minggu, November 13, 2011 by

Titip Salam Untuk Bunda


Sunyi senyap dalam kegelapan
Aku termenung dalam kesendirian
Bayangan bunda jelas terpampang
Mengaluni hati yang tergores luka

Lima belas tahun kau menghilang
Apakah kau juga merasa
Hati pilu karena kesepian
Merindukan sebuah belaian hangat

Wahai Engkau Sang Penawar Rindu,
Ku titipkan salam untuk sang bunda
Berikan gambaran senyumku terpampang
Tanda aku masih merindukannya
Read More
Published Minggu, Agustus 07, 2011 by

Engkau Kekasih Sejatiku

Ketika hati mengenal kata cinta
Sejuta pria datang menghampiri
membawa diri bertuliskan janji
Mengharap semua terbalas oleh hati

Wahai Kekasih Sejatiku,
Beri aku kekuatan untuk ini
Agar aku tetap bersandar pada cintaMu
Pada cinta yang tidak pernah mendustaiku
Atau cinta yang tidak pernah meninggalkanku

Wahai Kekasih Sejatiku,
Izinkan aku tetap berada dalam pelukanMu
Tanpa mengenal kata cinta selain cintaMu
Atau pada janji selain janjiMu
Hingga pada saatnya nanti
Engkau akan melepasku dengan kekasih pilihanMu
Read More