Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Published Kamis, Juli 30, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Bacaan

Ingin menambah buku bacaan, tapi bingung mau membaca apa dan yang bagaimana. Artikel di luar sana sudah semakin banyak yang tidak masuk akal..

Nb. Halo blog, sudah lama tak bersua, ya :)
Read More
Published Kamis, Juli 11, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Licin Sekaliiiiiii

Rupanya aku belum lulus dalam hal membersihkan lele. Kulitnya licin bangeeeeeet, lelenya jadi loncat-loncat dan geli megangnyaaaa, kayak ular jadi trauma :(((


#baladaemak2maumasaklele
#tapiketundakarenanggakbisangebersihinnya
#nunggupaksuamiajadeh:((


edited:
lalu dikomentarin pak suami karena katanya kalo ular mah kulitnya kasar, nggak licin :((
Read More
Published Senin, Juli 08, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Surat Dari Mereka


Surat dari murid-muridnya Mas Suami di Purbalingga.
Dibarengi dengan sebuah bingkisan yang ukurannya lumayan besar.
Anak-anak yang mengawali terbentuknya program belajar mengaji di perumahan.
Yang bahkan sekarang lagi direncanakan juga untuk program bapak-bapaknya.
Masyaa Allah :')

Padahal ini berawal dari keisengan Mas Suami buat ngajak anak tetangga depan rumah buat ngaji di rumah saat mereka lagi ribut minta ngaji di Masjid luar perumahan, tapi orang tuanya bingung karena jaraknya yang lumayan jauh. Mau diantar tapi lagi ada kesibukan, dibiarkan berangkat dan pulang sendiri pun rasanya sedikit khawatir. Lalu mulai dari yang datang cuma beberapa anak saja, sampai yang hampir seluruh perumahan ikutan belajar. Sampai ditawari beberapa kebutuhan penunjang dari kas RW jika memang membutuhkan. Alhamdulillah.

Salut aku, Mas. Tiga kali dalam seminggu harus membagi waktu untuk bolak-balik Purbalingga-Purwokerto demi menjaga semangat adik-adik itu dalam menuntut ilmu :')
Read More
Published Senin, Juli 01, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Jalan-Jalan

Kemarin diajakin Mas Suami jalan-jalan. Mungkin karena kasihan melihat istrinya sehari-hari di rumah aja, jadinya diajakin keluar rumah. Refreshing katanya.

Awalnya mau movie marathon. Tapi waktu sampai di bioskop ternyata film yang mau ditonton udah jalan 1 menit. Sebenarnya masih ada jam yang lain, tapi agak motong waktu sholat makanya kami berdua nggak mau. Sedangkan waktu lainnya pas malem, habis isya gitu. Kalau yang ini akunya yang nggak mau, soalnya pernah ambil yang midnight dan akunya ngantuk di dalem. Kan rugi ya :( Jadinya cuma nonton satu film: Toy Story. Film yang nggak jadi itu Anabelle (hehehe). Terus abis nonton film, lanjut jalan-jalan ke tempat-tempat lainnya (yang emang dari kemarin-kemarin lagi pengen aku kunjungin karena butuh sesuatu).
Hari sebelumnya, setelah dari pagi sampai sore ikut belanja bulanan sama Mama (lama di jalannya, karena dari Purwokerto kami ke Purbalingga, ke Purwokerto lagi, terus ke Purbalingga lagi, dan kembali ke Purwokerto lagi), malamnya kami malam mingguan. Cuma makan di luar, mampir beli jajan, terus muter-muter sebentar. Pulang karena takut asmanya Mas Suami kambuh, soalnya udara Purwokerto lagi dingin banget. Jalanan juga rame banget, macet, padahal udah pakai motor. Sebenarnya nggak mengkhususkan perginya di hari Sabtu, tapi emang kosongnya lagi hari itu.
Dan di dua hari itu, aku dibebas-tugaskan dari kegiatan masak-memasak. Masaknya sekali doang waktu sarapan di hari Minggu.

Alhamdulillah. Terima kasih, Mas. Kayak gini doang aja aku udah seneng banget :)
Read More
Published Jumat, Juni 28, 2019 by Hannan Izzaturrofa

(dot)

Waaaaah akhirnya punya waktu agak lama lagi untuk duduk di depan laptop. Jadi kangen menulis nih.. Rasanya jari-jari ini tuh gatel pengen nulisin hal-hal yang udah menumpuk di kepalaaaa
Read More
Published Kamis, Juli 26, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Moving On

Let's move. Goodbye to this place, that we grew attached to.
Let's move. Now to a higher place.
While taking the last box out of the empty room, I looked back for a moment.
Times we cried and laughed, goodbye now.
― BTS, Moving On


Read More
Published Selasa, Juli 24, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Semacam

Semacam ingin didengar tanpa harus berteriak.
Semacam ingin dimengerti tanpa harus bercerita.
Semacam ingin dipahami tanpa harus mengungkapkan.

Semacam ingin... entahlah.
Read More
Published Senin, Juli 16, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Akhirnya....

Akhirnya, setelah 4 bulan lamanya ku menyendiri,
hari ini aku udah punya teman untuk kemana-mana lagi.
Udah bisa makan siang di hari kerja,
dan jalan ke masjid sambil mengobrol-ngobrol ria.

Berangkat pagi udah nggak jadi masalah,
gabut seharian pun jadi semakin menyenangkan.
Yang biasanya 8 jam terasa seperti 24 jam,
kali ini cuma kerasa kayak 2 jam.

Lebay, sih.
Tapi intinya,
sekarang Hannan udah nggak sendirian lagi.
Hehehehe.
Read More
Published Minggu, Juli 15, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Sandglass ― Hourglass

Bagian terberat dari sebuah perjalanan adalah perpisahan. Adanya keharusan untuk meninggalkan masa lalu yang tiada di masa depan walaupun raga, hati dan keadaan tak sejalan, tak pernah terasa mudah. Perpisahan bukan berarti berhenti untuk menyatukan. Semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berakhir, siap tidak siap. Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kita telah menjaganya dengan begitu kuat. Dan yang datang akan tetap datang, walaupun kita tidak pernah mengharapkan kedatangannya.

Bagaimana bisa kita takut dengan mengakhiri, sedangkan kita berani untuk mengawali? Bagaimana bisa kita takut dengan perpisahan, sedangkan kita berani untuk saling memiliki? Belajarlah dari semua yang telah terjadi dan mengertilah. Bahwa tak semua jawaban adalah tentang untuk selalu bertahan, melainkan juga tentang melepaskan. Melepaskan genggaman untuk sebuah kesempatan baru di masa depan. Maka, teruslah melangkah meskipun itu berat. Buanglah semua bagian sedih dan menyakitkan dalam hidup untuk menyisakan semua bagian yang terindah. Karena senja mengajari kita untuk menerima sebuah perpisahan dengan jaminan pertemuan yang hangat pada esok hari.

Dan untuk menyempurnakan narasi di atas, berikut video dari sebuah lagu yang sedang saya suka.


Even though you listened to this song without lyrics, it still feel sad.
 *
I remember our first moment. When it seemed like it would stay forever. Your unchanged gaze in front of the coming farewell, even I couldn’t realize it. If I let go of your hand first and say that I have to go, how would you feel when I say I’ll come back again? If I were you, I wouldn’t believe it. Though the sand may fall down and our time may run out. Though time can’t be turned back, it’s okay. Though the sand may fall down and the hourglass may stop, our memories that we’ve made together will be with you, by your side.

I don’t want to leave. I don’t want to lose. The time continues to pass by and we only grow further apart. Even if I hold onto the second hand, the end will eventually come. But as the last station is also the first station, our destiny is that we’ll meet again. Thank you so much. Memories about you will only make me smile. I’ll try to live well. I’ll become a better person and return to you.

When I see you again. When I flip the hourglass again, and we have our new start. We’ll be together then.

― Wanna One (The Heal), Sandglas
Read More
Published Senin, Juni 18, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Saya Bingung

Saya itu sebenarnya sedang ingin menulis sesuatu. Tapi lha kok rasanya susah, ya? Kalimat-kalimatnya udah berputar-putar di kepala, tapi waktu mulai dituliskan malah jadi tidak sesuai sama yang tadi dipikirkan. Kayak kurang greget aja gitu hasilnya. Kurang pas antara yang pengen diomongin sama apa yang udah ditulis.

Hmm. Ya sudahlah. Besok-besok saja lagi saya nulisnya. Mungkin sekarang saya bakal baca-baca buku saja dulu biar bisa kembali merangkai kalimat. Semoga saja jadi bisa dimudahkan.
Read More
Published Senin, Mei 28, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Maafkan Saya, Blog

Ketika kamu memberanikan diri buat curhat ke Abi setelah selama 23 tahun ini nggak pernah berani curhat. Terus cuma dijawab, "Kata Ummi kamu harus tahan sampai kamu udah nikah." Itu rasanya......
Aku tuh nggak betah, Bi, Mi :(


#maafinblog #daripadacurhatdistoryig #disinilebihsedikityangbaca
Read More
Published Senin, Mei 21, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Sedih nggak sih...

Kau tahu? Pagi ini aku datang ke kantor saat suasananya masih terasa sangat sepi, demi bisa pulang lebih awal dan mengerjakan kegiatan sesuai to do list-ku. Aku harus mengejar delapan jam kerja sesuai aturan, dan mengejar agar bisa pulang di jam-jam setelah ashar, sehingga aku berangkat pagi-pagi sekali meskipun kepalaku terasa sangat sakit saat itu. Ya, rasanya pusing sekali. Apalagi karena pagi tadi rupanya aku bangun kesiangan, sehingga hanya mampu meneguk beberapa gelas air putih yang dilakukan dengan terburu-buru.

Dan, kau tahu, apa yang terjadi setelah itu? Saking jarangnya kini aku memegang ponsel, aku sampai lupa membawa ponselku ke kantor :( Sedih nggak sih....


Tapi aku bersyukur karena ketinggalannya di kosan, bukan di sembarang tempat,
terima kasih Ya Allah :')
Read More
Published Minggu, Mei 20, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Mengapa Rasanya Sulit Sekali?

Mengapa rasanya sulit sekali?

Padahal, saya sudah meniatkannya dengan jelas di dalam hati. Padahal, saya sudah banyak-banyak berdoa dan berusaha sekuat tenaga sampai membuat reminder setiap hari. Padahal, setiap akhir pekan saya sudah tidak pernah lagi berpergian untuk bermain-main. Padahal, saya hanya memiliki waktu tidur maksimal 4 jam sehari. Tetapi, mengapa tetap saja semua ini terasa sangat sulit?

Rasanya, 24 jam dalam satu hari belum cukup untuk melakukan semua hal yang ingin saya lakukan saat ini. Padahal, ada banyak cerita yang sedang berputar-putar di dalam kepala saya, menuntut untuk segera dituliskan. Selain itu, ada banyak buku-buku di samping tempat tidur yang setiap harinya menggoda untuk segera dibaca. Tetapi, sekali lagi, mengapa tetap saja semua ini terasa sangat sulit?

"Mungkin karena kamu terlalu banyak menghabiskan waktu dengan ponselmu."
"Mungkin karena kamu terlalu sering bermain game."
"Mungkin karena kamu terlalu banyak menonton drama korea."
"Mungkin karena kamu terlalu sering tertidur."

Salah. Bahkan semua hal yang saya sebutkan di atas beberapa hari ini sudah tidak pernah lagi saya lakukan. Tapi, mengapa saya tetap merasa seperti tidak lagi memiliki waktu? Maka dari itu, saya bertanya-tanya dalam hati, mengapa rasanya sulit sekali? Sungguh, saya iri dengan orang-orang yang sanggup melakukan semua yang ingin dilakukannya dalam satu hari.

Allah, ini kah yang dinamakan dengan terlalu sibuk? Maafkan jika kesannya saya seperti sedang mengeluh :')
Read More
Published Rabu, Mei 16, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Aku Berdosa Tidak, ya?

Sepanjang jalan tadi, aku memaki diriku sendiri. Aku berbicara terus-terusan, mengakhiri setiap kalimatnya dengan bacaan istighfar, lalu kemudian kembali memaki. Aku memaki diriku sambil menangis, memarahi apa-apa yang menurutku memang sudah kelewat batas. Untung saja jalanan sedang ramai, dan aku menggunakan masker, sehingga tidak ada satupun orang yang sadar akan apa yang sedang aku lakukan.

Tapi entah mengapa meskipun terlihat bodoh, aku merasa bahwa aku butuh memaki diriku; agar aku bisa tersadar dengan apa yang selama ini telah aku lakukan. Tentang harga diri, tentang akhlak, tentang kebodohan, tentang kesalahan, pokoknya tentang semuanya yang sangat merugikan dan hanya menimbulkan dosa. Aku memaki menggunakan kalimat-kalimat yang memang sering diucapkan beberapa sahabat untuk mengingatkan, walaupun ditambah dengan beberapa kalimatku sendiri. Aku memaki sampai aku puas, dari awal menyalakan motor hingga halaman kantor. Tapi aku memaki tidak menggunakan kalimat-kalimat yang kasar, kok. 

Tapi, aku tidak tahu, yang aku lakukan ini termasuk dosa tidak, ya? Semoga jika memang ini adalah sebuah kesalahan, Allah mau mengampuniku. Aamiin :')


Dan terhitung hari ini, aku memutuskan untuk menemukan aku yang baru;
dengan menambahkan 'irisan' aku yang lama;
tentunya yang baik-baiknya.
Read More
Published Rabu, Mei 16, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Malamku Kembali Pekat

Malam begitu pekat, dan aku masih terjaga. Lalu aku mencium sesuatu.
Rupanya sabun cair yang baru aku beli tumpah, dan hanya menyisakan setengahnya.

Hiks.
Read More
Published Selasa, Mei 08, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Sejujurnya Saya Tidak Suka

Sejujurnya saya tidak suka dengan orang-orang yang meletakkan tas, bantal, sepatu, sandal, dan barang-barang lainnya di bawah meja saya; dengan alasan hanya sekadar menitipkan barang, sekaligus karena untuk menyembunyikan barang-barang tersebut agar ruangan terlihat lebih rapi.

Kaki saya pegal, bro. Saya jadi susah duduknya :(


Allah, maafkan karena saya mengeluh dan menggerutu..
Read More
Published Senin, April 30, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Terlepas

Yah, notes punya kak Adzim tentang disiplin sudah terlepas; tidak bisa dipasang lagi. Notes-nya cuma bertahan beberapa bulan di depan meja kerjaku, seperti tahu bahwa aku sudah tidak disiplin lagi.

Hiks.
Read More
Published Senin, April 30, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Hannan Harus Kuat

Pagi ini, aku akhirnya mengetahui apa-apa yang selama ini disembunyikan. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan. Tapi aku harus kuat.

Ya Allah, kuatkan aku...
Read More
Published Sabtu, Desember 05, 2015 by

Sudah siap, kah?

Hai tubes, sudah siapkah dirimu akan hari esok? Mari kita selesaikan permasalahan ini secepatnya. Read More
Published Sabtu, November 21, 2015 by

Rencana Masa Depan

Sepertinya, akhir-akhir ini aku kurang produktif. Menyia-nyiakan waktu dengan begitu mudahnya. Pengeluaran menjadi semakin membengkak, sedangkan pemasukkan semakin tersusut. Kebutuhan terus bertambah, namun seakan tak ada artinya.
Sepertinya, akhir-akhir ini aku mulai terlena. Melupakan timeline kehidupan yang telah susah payah direncanakan. Melakukan sesuatu yang tak ada gunanya. Sehingga menghancurkan angan akan kesuksesan.
Sepertinya, akhir-akhir ini mulai berantakan. Rencana masa depan seakan sirna. Ah, aku harus kembali.
Read More