Published Selasa, Juni 09, 2015 by Hannan Izzaturrofa

Hidup atau mati?

Pernah nggak sih, ngerasa hidup tapi nggak hidup? Berjalan tanpa jejak? Bernafas tanpa udara? Pernah nggak sih, hidup beramai-ramai tapi merasa sendirian? Berbicara tapi tak didengar? Merasa bersalah tanpa alasan?
Itu hidup, atau mati?
Read More
Published Sabtu, Mei 23, 2015 by Hannan Izzaturrofa

Pernahkah?

Pernah nggak sih, kalian ngerasa sendirian? Kalian punya temen deket, tapi nggak bisa nyeritain apa yang kalian rasain ke mereka? Kalian cuma bisa jadi pendengar yang baik buat mereka. Kalian juga cuma bisa memendam apa yang ada di pikiran kalian. Bahkan, kalian ngadepin waktu terberat kalian sendirian, walaupun kalian punya banyak temen deket?
Atau pernah nggak sih, kalian merasa dibedakan? Atau lebih buruknya, kalian merasa sedikit dikucilkan? Perlakuan orang lain ke kalian beda dengan apa yang orang lain lakukan ke temen deket kalian. Kalian nggak dianggap dan seolah-olah kalian nggak pernah ada. Kalian bener-bener diperlakukn secara nggak adil, cuma karena kalian itu orang yang nggak terbuka?
Jadi orang yang tertutup, apa itu salah kalian? Apa emang dari awal kalian pengen dilahirkan sebagai orang yang tertutup? Kalian nggak bisa bersosialisasi dengan baik. Cepet minder, nggak percaya diri, malu, yang berujung menjadi seseorang yang pendiem? Apa kalian sekalipun nggak pernah nyoba buat jadi orang yang terbuka?
Ah, aku pernah, tapi gagal.
Kemanapun aku pergi, aku selalu dikucilkan dan dibedakan.
Read More
Published Jumat, Mei 22, 2015 by Hannan Izzaturrofa

Lonely

Pernah nggak sih, ngerasa sendirian di tengah keramaian? Atau tiba-tiba pengen nangis dengan alasan yang nggak jelas? Atau juga tiba-tiba pengen ngurung diri di kamar dan bener-bener nggak pengen ketemu siapa-siapa? Terkadang hidup terasa memberatkan. Tiba-tiba cuma pengen sendiri, berdiam diri.
Read More
Published Senin, Desember 15, 2014 by Hannan Izzaturrofa

For My Dearest, Benarkah Aku Sudah Terlupakan?

Dear, kamu.

Apa kabar? Mungkin itu adalah pertanyaan penuh basa-basi yang sering ingin aku tanyakan padamu. Sekadar ingin. Sebuah pertanyaan sederhana yang dulu sebenarnya sudah pasti aku tahu jawabannya tanpa aku tanyakan padamu. Ya, dulu saat kita masih dekat. Sangat dekat.
Lucu rasanya jika mengingat kembali kedekatan kita saat itu. Kita berdua bagaikan kakak-adik yang sudah lama terpisah dan dipertemukan kembali saat itu. Kita berdua saling bertengkar manja, saling menjaga, saling memberi saran, saling sindir-menyindir hanya untuk sekadar dekat. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang hahaha.
Salah memang awal pertemuan kita. Kita berdua menjadikan diri kita berdua sebagai pelampiasan. Kamu yang dulunya tidak percaya cinta dan selalu minta pendapatku. Aku yang dulunya berusaha untuk move on.
Apakah aku jatuh cinta? Apakah aku menyukaimu? Aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku senang jika ponselku berdering karenamu. Yang aku tahu, aku senang jika setiap hal kecil yang aku lakukan selalu menarik perhatianmu. Yang aku tahu, aku senang jika kamu lebih memperhatikan aku dibandingkan kedua temanku. Yang aku tahu, aku senang jika akulah orang pertama yang tahu keadaanmu.
Tapi, sekarang semua berbeda. Benarkah aku sudah terlupakan?
Read More