Published Minggu, Agustus 04, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Random Talk

Dua minggu kemarin lumayan sibuk kesana-kemari buat beli kebutuhan ospek dan kuliah Ais. Dari pagi sampai sore. Panas-panasan. Antri dimana-mana. Tapi Alhamdulillah setelah tiga hari, semuanya lengkap.

Senin kemarin otw ke Jakarta naik kereta, berdua sama Ais. Karena Abi dan Ummi nggak memungkinkan untuk balik ke Purwokerto dulu (posisi awal di Cirebon), jadinya bawaannya cukup banyak. Keretanya juga penuh entah kenapa. Dan karena sempat nggak dapat rak bagasi terus mungkin bapak-bapak di sebelah kami kasihan ngelihat kami yang duduknya kesempitan, jadilah satu tas tentengan kami dioper ke bapak-bapak yang posisi duduknya jeda dua kursi di belakang. Pas mau turun pun, aku baru noleh sedikit langsung diambilin tasnya. Duh, makasih, Pak.

Jeda sehari, di hari selasanya nganterin Ais ke IPB buat registrasi Asrama. Karena banyak hal, jadi yang nganter ke Asrama dari parkiran cuma aku. Lalu sepanjang jalan aku dikira maba juga wkwk. Selebaran yang dikasih selalu dua. Bahkan pas masuk asrama pun salah satu maba di situ nyeletuk, "wah, langsung dua sekaligus yang datang" yang setelahnya disaut sama Ais, "ini kakak aku" wkwkwk. Jadi bahagia deh :) Lalu sorenya mungkin karena Abi ngerasa bersalah dan kasihan karena aku capek abis dorong-dorong koper dan tas tentengan besar cukup jauh, jadinya sore-sore gitu dibeliin es podeng. Fyi, es podeng itu jajanan yang selalu aku cari ke Jakarta, sampai langganan gitu.

Besoknya, Ummi sedikit ngedrop karena kecapekan. Lalu aku diminta untuk pulangnya Jumat sorenya aja sama Abi dan Ummi setelah sebelumnya berniat untuk pulang naik kereta sendiri. Lalu tiba-tiba Ummi kangen sama Ais. Jadinya pas Kamis Ais kembali dijemput. Nggak sama Abi, tapi sama aku dan istri adiknya Abi. Kebetulan Om dan Tante ini tinggalnya di Jakarta juga, dan anak pertamanya pun satu angkatan sama Ais di IPB. Jadinya hari Kamis itu, kami kembali menjemput mereka berdua.

Kamis dan Jumat aku pergi-pergi terus sama Ais. Kebetulan ada kebutuhan tambahan yang diberitahunya dadakan. Naik motor, dan jadi inget dulu sering bolak-balik Ragunan-Utan Kayu atau Ragunan-Slipi sewaktu masih kerja di Jakarta dengan motor yang sama. Jadi kangen, eh.

Jumat sorenya kami pulang. Ais dianter ke rumah Om untuk dititipkan karena Abi tidak bisa meRIngantar kembali ke IPB. Lalu disepanjang jalan, kondisinya lumayan ramai. Jakarta-Purwokerto ditempuh selama 8.5 jam. Duduk di kursi depan dan harus terus terjaga biar Abi nggak kesepian. Ngomongin banyak hal meski nggak begitu penting, seperti kenapa ada Lingkar Dalam dan Lingkar Luar, atau arti lampu sen bus kalau lagi di jalan. Tapi Alhamdulillah sampai dengan selamat meski agak capek.

Sabtunya belum bisa beristirahat karena harus menjaga Ummi. Abi masih tepar karena baru bisa tidur paginya. Tapi siangnya Budhe datang jadi bisa tidur satu jam. Tugas rumah tangga jadi dibagi dua dengan Suami. Alhamdulillah jadi tidak keteteran. Makasih, Mas :) Lalu seharian Ais juga cerita pengalaman dia pas lagi pra ospek. Katanya capek banget.

Minggunya lebih longgar karena Ummi sudah baikan. Dan sorenya Ais ngabarin kalau abis mati lampu sampai sinyalnya nggak ada (fyi, di Purwokerto Alhamdulillahnya nggak mati). Di grup kelas dan keluarga besar juga ramai bilang mati lampu, sampai Cirebon segala. Sempat dijelaskan juga sama Suami akibat yang mungkin akan terjadi kalau penanganan listrik mati ini tidak segera diatasi. Dan itu lumayan besar. Semoga semua baik-baik saja.

-----

Banyak hal terjadi beberapa minggu ini. Tapi terlalu banyak untuk diceritakan.
Read More
Published Kamis, Juli 11, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Licin Sekaliiiiiii

Rupanya aku belum lulus dalam hal membersihkan lele. Kulitnya licin bangeeeeeet, lelenya jadi loncat-loncat dan geli megangnyaaaa, kayak ular jadi trauma :(((


#baladaemak2maumasaklele
#tapiketundakarenanggakbisangebersihinnya
#nunggupaksuamiajadeh:((


edited:
lalu dikomentarin pak suami karena katanya kalo ular mah kulitnya kasar, nggak licin :((
Read More
Published Senin, Juli 08, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Surat Dari Mereka


Surat dari murid-muridnya Mas Suami di Purbalingga.
Dibarengi dengan sebuah bingkisan yang ukurannya lumayan besar.
Anak-anak yang mengawali terbentuknya program belajar mengaji di perumahan.
Yang bahkan sekarang lagi direncanakan juga untuk program bapak-bapaknya.
Masyaa Allah :')

Padahal ini berawal dari keisengan Mas Suami buat ngajak anak tetangga depan rumah buat ngaji di rumah saat mereka lagi ribut minta ngaji di Masjid luar perumahan, tapi orang tuanya bingung karena jaraknya yang lumayan jauh. Mau diantar tapi lagi ada kesibukan, dibiarkan berangkat dan pulang sendiri pun rasanya sedikit khawatir. Lalu mulai dari yang datang cuma beberapa anak saja, sampai yang hampir seluruh perumahan ikutan belajar. Sampai ditawari beberapa kebutuhan penunjang dari kas RW jika memang membutuhkan. Alhamdulillah.

Salut aku, Mas. Tiga kali dalam seminggu harus membagi waktu untuk bolak-balik Purbalingga-Purwokerto demi menjaga semangat adik-adik itu dalam menuntut ilmu :')
Read More
Published Senin, Juli 01, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Jalan-Jalan

Kemarin diajakin Mas Suami jalan-jalan. Mungkin karena kasihan melihat istrinya sehari-hari di rumah aja, jadinya diajakin keluar rumah. Refreshing katanya.

Awalnya mau movie marathon. Tapi waktu sampai di bioskop ternyata film yang mau ditonton udah jalan 1 menit. Sebenarnya masih ada jam yang lain, tapi agak motong waktu sholat makanya kami berdua nggak mau. Sedangkan waktu lainnya pas malem, habis isya gitu. Kalau yang ini akunya yang nggak mau, soalnya pernah ambil yang midnight dan akunya ngantuk di dalem. Kan rugi ya :( Jadinya cuma nonton satu film: Toy Story. Film yang nggak jadi itu Anabelle (hehehe). Terus abis nonton film, lanjut jalan-jalan ke tempat-tempat lainnya (yang emang dari kemarin-kemarin lagi pengen aku kunjungin karena butuh sesuatu).
Hari sebelumnya, setelah dari pagi sampai sore ikut belanja bulanan sama Mama (lama di jalannya, karena dari Purwokerto kami ke Purbalingga, ke Purwokerto lagi, terus ke Purbalingga lagi, dan kembali ke Purwokerto lagi), malamnya kami malam mingguan. Cuma makan di luar, mampir beli jajan, terus muter-muter sebentar. Pulang karena takut asmanya Mas Suami kambuh, soalnya udara Purwokerto lagi dingin banget. Jalanan juga rame banget, macet, padahal udah pakai motor. Sebenarnya nggak mengkhususkan perginya di hari Sabtu, tapi emang kosongnya lagi hari itu.
Dan di dua hari itu, aku dibebas-tugaskan dari kegiatan masak-memasak. Masaknya sekali doang waktu sarapan di hari Minggu.

Alhamdulillah. Terima kasih, Mas. Kayak gini doang aja aku udah seneng banget :)
Read More