Published Senin, Januari 14, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Bingung #2

Akhir-akhir ini aku melihat beberapa tulisan teman yang seperti ingin ditulis tapi tidak mau diungkapkan, tapi rasanya kalau tidak ditulis pun jadi ada yang kurang. Jadinya, ya gitu. Antara ada dan tiada, dan seperti saling berbalas. Aku jadi bingung sendiri melihat listnya.

*

Akhir-akhir ini bolak-balik buka blog karena ingin menulis sesuatu. Tapi pas udah mau nulis, eeeh tiba-tiba muncul chat yang 'emergency'. Jadinya, nggak jadi-jadi deh nulisnya.
Read More
Published Rabu, Januari 09, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Banyak yang Ingin Dilakukan

Akhir-akhir ini, ada banyak hal yang ingin aku lakukan.

Yang pertama soal ingin kembali menulis. Sewaktu lagi iseng buka-buka folder lama, eh malah nemu kumpulan cerpen dan novel yang belum terselesaikan. Terus menyempatkan diri untuk membaca beberapa, dan seketika perasaan ingin kembali menulis seperti dulu itu datang. Kayak ada rasa pengen bikin tulisan yang bukan soal galau-galau dan cinta-cintaan kayak beberapa tahun ke belakang *hehe. Dan akhirnya pas cari-cari info lomba, eh ketemu yang pas. Yaudah, akhirnya dikirim dan Alhamdulillahnya lolos.

Tapi baru selesai satu tulisan, tiba-tiba aku jadi tertarik sama dunia koding-mengoding lagi. Bukan tertarik juga sih, tapi lebih tepatnya jadi pengen nyoba ngoding dari awal lagi karena merasa udah lama banget nggak ngebukain baris-baris kodingan itu. Apalagi sekarang kan di rumah udah ada temen ngodingnya, jadi kalaupun dikasih tugas sama Abi ngerjainnya nggak malas-malasan kayak dulu lagi dan lumayan cepat selesainya—dibandingkan dengan waktu itu yang satu halaman saja bisa sampai berhari-hari karena saking malasnya. Tapi ya itu, karena terlalu asik ngoding jadinya keinginan untuk kembali menulis seperti dulu itu pun hanya jadi keinginan belaka. Bahkan buat nulis di blog yang bahasanya gini-gini aja pun jadi kayak nggak sempet. Karena malah jadi sibuk mempelajari kembali hal-hal yang berhubungan dengan barisan kode itu, yang sepertinya sudah mulai terhapus dari ingatan *halah.

Lalu setelah itu, beberapa hari setelahnya, aku nggak sengaja melihat Mas Suami lagi ngedit-ngedit video di sela-sela jam kerjanya. Awalnya cuma suka ngeliatin sambil mengomentari sedikit, eh lama-lama malah jadi pengen ikutan ngedit video juga. Dan jadi keingetan sama keinginan yang udah lama banget nggak pernah terlintas lagi di kepala, walau bukan soal video sih. Tapi ada mirip-miripnya gitu. Akhirnya dengan berbekal keinginan untuk bisa membuat sebuah video yang bagus, aku pun jadi mulai belajar ngedit video. Inginnya sih belajar biar jadi professional, makanya waktu yang dibutuhkan untuk belajar pun jadi lumayan lama. Dan ya kayak sebelumnya, walau nggak sampai benar-benar ditinggalkan kayak soal tulis-menulis itu, tapi jam terbangku di dunia perkodingan pun perlahan jadi semakin berkurang.

Terus sewaktu lagi main ke rumah Ummi pas liburan sekolah kemarin, tiba-tiba Ais bilang kalau Ummi habis beli buku baru. Pas aku lihat, ternyata itu buku karya salah satu penulis favoritku. Jadinya ya... gitu. Kalau pekerjaan rumah sudah beres, aku biasanya nerusin tugas dari Abi yang sekarang setiap hari selalu ada aja tambahannya. Terus kalau tugas dari Abi udah selesai, biasanya aku bakal mulai ngedit-ngedit video. Tapi ya gitu,pas lagi ngedit-ngedit gitu kadang-kadang aku juga jadi pengen baca buku yang baru dibeli Ummi karena penasaran sama akhir ceritanya. Tapi juga kadang rasa penasaran itu muncul barengan sama rasa penasaran soal pengen cepat-cepat nyelesein video yang lagi aku edit. Terus juga, ada satu bahasa pemrograman yang lagi pengen aku pelajarin lagi buat jaga-jaga siapa tahu bisa ngebantuin Mas Suami kalau lagi ada kerjaan tambahan, jadinya kadang-kadang kepotong sama kegiatan 'googling-googling' dan tulis-tulis kodingan.

Tapi, karena terlalu banyak yang ingin dilakukan, jadinya keinginan-keinginan itu sampai sekarang belum ada satupun yang benar-benar terselesaikan atau benar-benar jadi sebuah rutinitas. Padahal, semua keinginan itu bukan cuma sekadar 'keinginan-keinginan' gitu, karena ada maksud dan tujuannya dari masing-masing keinginan itu... Atau memang kali ini akunya saja yang serakah ya? Astaghfirullah...
Read More
Published Selasa, Januari 08, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Alhamdulillah, akhirnya...

Setelah sekian lama cuti menulis, akhirnya bulan Oktober tahun kemarin aku memberanikan diri untuk menulis lagi. Tulisannya masih sederhana sih, karena hanya menceritakan tentang rentetan mimpi dan cita-citaku selama ini. Tapi Alhamdulillahnya, tulisan itu mampu masuk ke 50 besar dari 1272 tulisan yang ada―ketika setelahnya aku iseng-iseng mnegikutsertakan tulisan itu ke dalam sebuah lomba.

Aku bersyukur, meski tulisan itu baru bisa ikut masuk ke dalam sebuah antologi yang diterbitkan secara indie, setidaknya akhirnya aku bisa kembali menulis seperti dulu-dulu. Ya, semoga saja ini merupakan awal yang baik, atau mungkin sebuah batu loncatan, agar kelak bisa menghasilkan sesuatu yang 'lebih' daripada ini. 
Habisnya, aku sudah rindu mengumpulkan antologi lagi, sih. :)


Semoga Allah meridhoi, Aamiin.
Read More
Published Selasa, Januari 01, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Pengaruh Buruk

Rupanya sewaktu kembali mengecek keadaan twitter dan membaca beberapa postingan yang direpost atau dituliskan oleh teman-teman, aku tiba-tiba malah jadi ngerasa kayak apa yang ditampilkan seperti sudah tidak sehat lagi. Terlalu banyak masalah, pendapat, dan ujaran kebencian yang tidak masuk akal. Isinya kebanyakan soal saling adu argumen yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Makin banyak jawaban yang sepertinya juga bisa menyesatkan. Hm, mungkin karena sudah mau (memasuki) tahun 2019 kali, ya?

Ya sudah lah. Sepertinya uninstall twitter adalah yang terbaik. Soalnya aku jadi takut suudzon dan jadi terbawa suasana gitu.
Read More