Published Kamis, Januari 17, 2019 by Hannan Izzaturrofa

Musim Hujan

Beberapa minggu belakangan ini, Purwokerto sedang mengalami musim hujan. Dari yang hujannya cuma dimulai dari sore hari hingga selepas Isya, sampai yang seharian penuh hujan terus-menerus. Paling berhenti sesekali atau gerimis, lalu hujan lagi dengan cukup deras. Cucian yang terus menumpuk pun jadi susah keringnya, walau kadang-kadang sebelum hujan dari pagi sampai sorenya matahari bersinar dengan cukup panas. Makanya kalau langit lagi kelihatan cerah, biasanya di depan-depan rumah banyak berjejer tempat jemuran. Dan kalau langit mulai kelihatan mendung, tempat jemuran itu pun langsung dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Soalnya, hujannya biasanya nggak pakai aba-aba, alias langsung deras begitu saja tanpa ada rintik-rintik kecilnya terlebih dahulu. Juga seringnya, disertai angin yang cukup kencang.

Lalu, mungkin karena hujannya disertai petir dan cukup besar, di Purwokerto ini sempat dua-tiga hari mati listrik. Dan itu cukup lama, bisa dari siang ke maghrib, atau dari maghrib ke jam sembilanan. Dan juga, mungkin karena hujannya cukup deras berhari-hari, air yang mengalir ke rumah pun sempat berubah warna menjadi kekuningan. Aku sempat kaget karena tiba-tiba air di bak mandi berubah jadi kotor sekali. Tapi Alhamdulillahnya setelah airnya dibiarkan terus-menerus mengalir dengan cukup lama, akhirnya airnya pun kembali bersih. Kalau kata Ummi, kayaknya ada longsoran tanah atau sejenis yang tercampur ke saluran air yang ada. Meskipun begitu, rupanya air yang sempat menguning itu sedikit berimbas ke Hilmi.

Waktu aku lagi nonton TV bareng Azizah di ruang tengah, Hilmi yang baru bangun tidur selepas Isya pun langsung mengadu. Katanya, badannya jadi bintik-bintik merah karena alergi, dan sedikit gatal. Emang sih, waktu dia bilang gitu aku sempat ngelihat sendiri kalau badannya emang jadi merah-merah. Karena aku mikirnya Hilmi sempat kena air yang menguning itu, jadinya aku pun nyuruh dia pakai bedak bayi yang biasa aku pakai atau caladine yang berbentuk lotion. Awalnya dia pakai bedak bayi biasa. Tapi setelah dua hari tidak juga sembuh, akhirnya dia pun ganti pakai caladine itu. Soalnya, badannya juga sampai bengkak-bengkak gitu setelah dua harian.

Aku sempat cerita kondisi Hilmi ke Ummi. Dan kata Ummi, mungkin seprei di kamar Hilmi juga harus diganti. Pas aku mau bilang gitu ke Hilmi, rupanya dia udah pindah duluan tidurnya ke kamar atas, kamar yang emang lebih sering dibersihin karena itu kamar tidur Ummi dan Abi—sebenarnya kamar Azizah dan Ais, tapi jadi dipakai sama Ummi dan Abi karena kamarnya mereka sekarang dipakai aku dan Mas Suami, hehehe. Dan kebetulan, sewaktu minggu kemarin Abi dan Ummi nggak pulang, jadinya kamar atas sudah sempat dibereskan karena habis dipakai tidur oleh aku dan Azizah yang saat itu sedang minggu penjemputan. Ya udah, karena Hilmi pun udah pindah ke atas, jadinya seprei di kamar itu pun ditunda digantinya. Soalnya, cucian kotor pun udah menumpuk di belakang. Tapi karena sempat ditunda, terus jadi kelupaan deh sampai sekarang. Lah, iya lupa...

Meskipun begitu, badan Hilmi Alhamdulillahnya sekarang udah nggak bintik-bintik merah dan gatal-gatal lagi. Aku juga udah suruh dia banyak-banyak minum air putih meskipun agak susah juga ya ngebilanginnya. Terus, aku juga udah ngelarang dia buat kebanyakan makan mie kalau tengah malam. Ya emang sih, Hilmi ini meskipun sudah sempat makan malam dengan porsi yang banyak, biasanya tengah malam gitu dia bakal kelaparan lagi dan langsung masak mie. Kalau aku lagi nginep di Purbalingga dan dia sendirian di rumah pun, seringnya dia malah masak mie, bukan beli makan di luar. Mungkin karena malas dan hujan kali ya, jadi dia malas untuk keluar meski punya mantel. Mau gofood pun, katanya dia kasihan sama driver-nya. Dan telor ataupun nugget yang biasa aku sediain di kulkas biasanya nggak begitu sering kesentuh, kalah sama popularitas si mie instan itu.

Lanjut ke masalah hujan tadi. Dan seperti di hari-hari sebelumnya, meski kemarin seharian penuh hujan terus-menerus mengguyur Purwokerto, dan tadi pagi sempat panas sekali cuacanya, ternyata siangnya kembali hujan angin dengan sangat derasnya... Allahumma shoyyiban naafi'an.
Hujan yang turun siang ini, dibarengi dengan langit yang tampak sangat cerah.
***

Foto di atas diambil saat hujannya sudah mulai mereda. Dan saat tulisan ini dipublikasikan, hujannya sudah tiga kali lipat lebih besar dari sebelumnya,