Published Kamis, Juli 26, 2018 by Hannan Izzaturrofa

Ust. Hanan Attaki

"Maaf, ini diantar kemana, ya?"
"Sesuai aplikasi saja, pak. Nanti saya tunggu di pinggir jalan."
"Oh iya, baik. Bapak pakai baju apa ya?"
"Saya perempuan, pakai jaket biru dan kerudung biru."
"Oh maaf mbak, saya kira laki-laki. Maaf, mbak."
"Iya nggak apa-apa, pak."

Lima belas menit kemudian.

"Maaf ya, mbak. Nggak ada fotonya soalnya."
"Iya nggak apa-apa kok, pak."
"Kalau boleh tahu, Hannan itu artinya apa ya, mbak?"
"Artinya penyayang, pak."
"Oh, begitu. Sekali lagi maaf ya mbak, soalnya saya ingatnya sama Ust. Hanan Attaki."
"Iya nggak apa-apa kok, pak. Saya sudah sering dibilang begitu, disama-samain sama Ust. Hanan Attaki."
"Iya, mbak. Semoga sifat dan ilmunya seperti beliau juga ya, mbak."
"Iya, pak. Aamiin, terima kasih doanya, pak."


Rabu, di siang-siang yang cukup menyengat