Sabtu, Juni 30, 2018

# curhat # diary

Kekhawatiran

Sebuah lagu tiba-tiba terputar sewaktu lagi mendengarkan lagu-lagu yang lain. Padahal bukan lagi dengerin lagu korea. Tapi pas lihat artinya... entah mengapa seperti sesuai dengan kondisi yang ada :"


Take a deep breath. Until both sides of your heart get numb, until it hurts a little. Let out your breath even more, until you feel like there's nothing left inside. It's alright if you run out of breath. No one will blame you. It's okay to make mistakes sometimes, because anyone can do so. Altough comforting by saying it's alright are just words.
Even if others think your sigh, takes out energy and strength. I already know that you had a day that's hard enough. To let out even a small sigh, now don't think of anything else. Let out a deep sigh. Just let it out like that.
Someone's breath, that heavy breath. How can I see through that?
Though I can't understand your breath, it's alright. I'll hold you. You really did a good job.
― Lee Hi, Breath

***

Ya. Ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran akhir-akhir ini. Mungkin berlebihan, tapi rasanya ketakutan itu benar adanya dan susah untuk dihilangkan. Rasanya seperti ingin memperlambat waktu yang ada sekaligus mempercepat waktu yang akan datang. Tapi tentu saja tidak mungkin.
Ingin banyak-banyak menulis, tapi sepertinya isinya hanya menjadi tak bermakna dan terbaca seperti sedang mengeluh. Takut jadi tumpah semua. Tidak baik, jadi harus dihindari.
Mungkin diam adalah pilihan terbaik.

Maka, ku gantungkan saja kegelisahan ini padaMu :"

Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dholaid daini, wa gholabatir rijali. Ya Tuhanku, aku berlindung padaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar