Rabu, Mei 02, 2018

# curhat # diary

Diajak Kenalan

"Kak, namanya siapa?"

Saya mendongak sekilas, melihat siapa yang mengajak saya berbicara saat itu. Rupanya segerombolan anak perempuan, tiga-empat orang yang saya lupa berapa jumlah pastinya.

"Hannan," saya menjawab sambil tersenyum. "Kalau kalian siapa namanya?"

Satu per satu dari mereka meraih tangan saya, mengecup punggung tangan kanan saya dan menyebutkan namanya masing-masing. Saya kembali tersenyum, lalu mereka memanggil nama saya bergantian, menyender di pundak-pundak saya sembari ada yang memeluk. Padahal saya sedang melipat mukenah.

"Kakak di sini sendirian?" Tanya seorang lagi, yang menurut saya wajahnya paling cantik di antara yang lainnya.
"Iya nih, belum punya temen yang mau diajak sholat di sini."
"Kalau gitu, sholatnya sama kita aja, kak!"

Meskipun sederhana, tapi saya tidak mengada-ngada, setelahnya mata saya seperti sedang kelilipan.

*catatan: sejujurnya saya menulis ini dengan perasaan senang sekaligus malu. Senang karena diajak kenalan, tapi malu karena bukan saya yang pertama kali menyapa dan mengajak mereka berkenalan. Apalagi karena selama ini saya hanya bisa tersenyum ketika berpapasan dengan mereka, hiks. 


Di masjid dekat kantor, ketika awal-awal saya merasa sendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates