"Karena kisah ini adalah gertakan dari histori hidup penuh makna."

Sabtu, 14 April 2018

Sensitif; Maka Menghilanglah!

Beberapa hari ini saya sedang sensitif. Entah mengapa bawaannya ingin marah-marah terus. Dideketin orang: marah. Ditanyain orang: marah. Berdebat pendapat sedikit dengan orang: marah. Bahkan saking sensitifnya, badan saya rasanya seperti mau remuk; sakit sekali. Rasanya pegal-pegal seperti sedang masuk angin. Dan lagi-lagi karena saya sedang sensitif, saya menjawab pertanyaan seseorang dengan nada tinggi hanya karena dia menanyakan apakah saya sedang sakit atau tidak. Sensitif sekali, ya. Padahal yang bertanya itu jauh-jauh-jauh lebih tua dari saya, hiks.

Entahlah, sepertinya ada yang salah dengan diri saya. Sensitif dan malas untuk datang ke kantor pagi-pagi; tidak seperti biasanya. Rasanya seperti ingin di kosan terus lama-lama, menikmati kesendirian saya dengan bacaan-bacaan dan tulisan-tulisan sederhana.

Ah, sepertinya beberapa minggu ke depan saya akan memilih untuk diam dan menghilang sejenak. Mungkin akan sedikit menutup komunikasi dengan yang lainnya, dan membatasi hanya bisa dihubungi melalui sms atau telepon. Maaf.

Ada banyak hal yang harus dibereskan dan dibiasakan.


Jakarta, 14 April 2018
Ditulis ketika cuaca Jakarta sedang panas-panasnya;
dan kamar saya terasa seperti sauna;
sehingga saya bertambah sensitif,
hiks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar