"Karena kisah ini adalah gertakan dari histori hidup penuh makna."

Senin, 15 Desember 2014

For My Dearest, Benarkah Aku Sudah Terlupakan?

Dear, kamu.

Apa kabar? Mungkin itu adalah pertanyaan penuh basa-basi yang sering ingin aku tanyakan padamu. Sekadar ingin. Sebuah pertanyaan sederhana yang dulu sebenarnya sudah pasti aku tahu jawabannya tanpa aku tanyakan padamu. Ya, dulu saat kita masih dekat. Sangat dekat.
Lucu rasanya jika mengingat kembali kedekatan kita saat itu. Kita berdua bagaikan kakak-adik yang sudah lama terpisah dan dipertemukan kembali saat itu. Kita berdua saling bertengkar manja, saling menjaga, saling memberi saran, saling sindir-menyindir hanya untuk sekadar dekat. Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang hahaha.
Salah memang awal pertemuan kita. Kita berdua menjadikan diri kita berdua sebagai pelampiasan. Kamu yang dulunya tidak percaya cinta dan selalu minta pendapatku. Aku yang dulunya berusaha untuk move on.
Apakah aku jatuh cinta? Apakah aku menyukaimu? Aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku senang jika ponselku berdering karenamu. Yang aku tahu, aku senang jika setiap hal kecil yang aku lakukan selalu menarik perhatianmu. Yang aku tahu, aku senang jika kamu lebih memperhatikan aku dibandingkan kedua temanku. Yang aku tahu, aku senang jika akulah orang pertama yang tahu keadaanmu.
Tapi, sekarang semua berbeda. Benarkah aku sudah terlupakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar