"Karena kisah ini adalah gertakan dari histori hidup penuh makna."

Kamis, 14 September 2017

,
Banyak kata yang tak dapat diucapkan
Banyak kisah yang tak dapat diceritakan
Banyak air mata yang harus dihilangkan
Banyak kesedihan yang harus dilupakan

Meski hadirmu memberi warna
Pada akhirnya akan berakhir duka dan nestapa
Untuk itu, maaf dan terima kasih
Atas segala yang sudah-sudah

Selasa, 12 September 2017

,
Sejatinya hidup itu pilihan
Pilihan untuk bangkit atau terpuruk
Pilihan untuk berjalan atau berlari
Pilihan untuk berpindah atau berdiam

Dan memang benar-benar pilihan
Pilihan untuk menunggu atau berlalu
Pilihan untuk bersedih atau bahagia
Pilihan untuk berjuang atau menyerah

Ya, hidup memang pilihan
Tidak seperti mati yang kepastian
Hidup butuh keberanian
Keberanian untuk memilih dan bertahan

Karena hidup adalah pilihan
Dan setiap pilihan menentukan
Apakah hidup menjadi seorang pemenang
Atau mati dengan kesia-siaan

Untuk itu, bisa kah aku percaya padamu?
Di masa depan, meskipun, terpisah jarak yang panjang
Karena hidup memang pilihan, tapi tidak dengan kamu
Karena kamu adalah tujuan yang pantas diperjuangkan

Senin, 11 September 2017

,
Terkadang, hidup ini lucu
Beberapa kata tak dapat terucap
Beberapa pesan tak dapat tersampaikan
Beberapa asa hanya menjadi angan

Hingga hidup dipenuhi kepalsuan
Bertopeng semu, menjadi penipu
Terkadang malah jadi benalu
Namun, bukannya tak mau, hanya saja tak mampu

Lalu, ada kah cara lain selain kata?
Yang mampu menghantarkan rindu
Mampu menjelaskan maksud
Mampu menghantarkan asa

Karena terkadang, diri ini ingin didengarkan
Meskipun bibir tak dapat berucap

*sungguh, aku benar-benar tidak panda membuat puisi

Kamis, 17 Agustus 2017

,
"Aku sudah berlari sekuat tenaga dengan seluruh kemampuan yang ada. Namun, secepat apapun itu, nyatanya aku belum bisa menyusulmu yang hanya berjalan untuk mengejar. Jarak itu semakin jauh, dan aku semakin malu untuk beriringan. Jarak itu memisahkan kita, namun sepertinya justru menyatukanmu dengannya. Ya sudahlah, kalau begitu, aku berbelok saja. Aku lelah. Terima kasih untuk semangat yang pernah ada. Kenangan itu tidak akan pernah aku lupakan, kawan." 


Purwokerto, 17 Agustus 2017
Dikutip dari penggalan cerita lama;
ditulis di bawah pesona awan kelabu yang menggelayut manja.