Rabu, September 14, 2016

Introvertku Sayang, Introvertku Malang

Tidak banyak yang benar-benar mengerti kondisi seorang Introvert. Mereka hanya bisa memaki dan memarahi, atau merasa tidak bisa menerima sifat yang dimiliki seorang Introvert tanpa mau mencari tahu asal usul mengapa sifat tersebut bisa muncul. Padahal, menjadi seorang Introvert bukanlah kemauan diri sendiri. Introvert bukan sebuah pilihan. Sifat tersebut datang dengan sendirinya bersamaan dengan pengalaman sang pemilik sifat tersebut di masa lalu. Dan malangnya, sebagian besar pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang buruk. Bisa jadi sangat buruk.
Selain itu, menjadi seorang Introvert bukanlah hal yang mudah. Ia harus dapat bertahan dengan kesendiriannya. Tidak banyak yang bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh seorang Introvert. Meskipun ia mencoba untuk bercerita, perbedaan kondisi antara seorang Introvert dengan orang normal pada umumnya membuat cerita tersebut tidak sepenuhnya dapat tersampaikan. Terkadang, ia lebih memilih untuk diam dan memendam perasaan dan masalah yang sedang dihadapinya. Ia tidak sepenuhnya dapat berekspresi dengan bebas. Mentalnya begitu lemah dan mudah takut dengan hal-hal yang cukup sepele. Terlebih dengan minimnya orang yang dapat diajak cerita membuat seorang Introvert benar-benar hanya dapat bahagia dengan kesendiriannya.
Dan sayangnya, mungkin, aku mengenal betul seorang Introvert. Dan seseorang itu tidak begitu mempedulikan pandangan buruk orang lain tentangnya, meskipun itu tidak benar.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar