Selasa, Februari 02, 2016

Dilarang Jatuh Cinta

Tak terasa sudah 3 (tiga) minggu lamanya aku memasuki semester 6 (enam), dan tak ku sangka bahwa begitu banyak hal yang telah terjadi. Dimulai dari dosen yang entah mengapa pada semester ini terasa semakin ngaco. Ada 4 (empat) dosen yang cara pengajarannya sungguh tidak mengenakkan, sehingga membuat aku tidak lagi dapat bersantai seperti semester-semester sebelumnya. Keempat-empatnya sungguhlah baper (bawa perasaan), membuat kegiatan perkuliahan terasa sangat menegangkan. Selain itu, kelompok pada mata kuliah yang diajarkan oleh salah satu dosen tersebut sangatlah memprihatinkan, sehingga aku mulai merasa takut dan sedikit putus asa. Berlebihan memang, namun itu apa adanya, lho.
Selain itu, pada semester ini aku mengambil kelas Tugas Akhir (TA), sehingga dibutuhkannya perhatian lebih. Luar biasa bukan? Masalah yang entah mengapa belum juga ketemu membuat judul tak juga kunjung tercipta. Selain itu, salah satu mata kuliah berhasil membuatku pusing, karena materi yang entah mengapa tidak juga dapat aku pahami. Padahal, dosennya termasuk enak, lho.
Pun di semester ini aku sedang suka-sukanya membaca novel, sehingga aku harus membagi waktu yang aku miliki tersebut untuk mencari judul TA, belajar, kuliah, dan membaca novel. Namun, mengapa sebanyak apapun aku membaca, aku tak juga kunjung mendapatkan niat yang kuat untuk menulis, ya? Payah memang.
Ah, rupanya semester 6 (enam) ini lebih berat, sehingga aku dilarang untuk jatuh cinta. Bisa gawat nantinya.
Reaksi:

1 komentar:

  1. Jatuh cinta adalah perasaan yang datang secara tidak kita sadari, tidak kita kehendaki munkin, bahkan dikala kita tidak menginkan cinta itu datang. Kita hanya bisa mengendalikan semampu kita. Jadikan semua yang kita miliki itu anugrah. Alhamdulilah, kita masih bisa mencintai dan di cintai karena banyak diluar sana orang yang sudah tidak memiliki hati :)

    BalasHapus