"Karena kisah ini adalah gertakan dari histori hidup penuh makna."

Rabu, 19 Januari 2011

,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kali ini, aku bakal membahas sedikit tentang pacaran. Mohon dibaca ya ^^
Pacaran adalah sebuah hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang kalau bisa dibilang di jaman sekarang, justru adalah sesuatu yang wajib. Padahal, sebenarnya yang namanya pacaran itu adalah sesuatu yang dilarang oleh Islam karena dapat membuat kedua pasangan tersebut akan mendekati yang namanya zina.
Kalian tau apa itu zina? Zina adalah hubungan antara 
laki-laki da perempuan yang tidak ada ikatan yang dinamakan dengan "pernikahan". Dan hukuman bagi orang yang berzina itu sangat beratloh. Ketika pelaku tersebut ketahuan berzina, maka akan mendapatkan hukuman 100x cambukan di dunia. Wiiiihh, bisa kebayang kan gimana rasanya? Apa lagi hukuman di akhirat nanti? Dan zina itu merupakan dosa yang sangaaaat besar.
Nah, banyak juga nih para muslim atau muslimah yang salah mengartikan tentang pacaran. Contohnya kayak gini:

Kesalahpahaman pertama :
"aku mau nggak pacarannya kalo udah pake jilbab ajadeh"

Loh?kenapa harus nunggu pake jilbab? Bukannya kalau kita pacaran, trus nggak pake jilbab, berarti kita udah punya 2 dosa donk? Karena memakai jilbab itu wajib bagi perempuan yang sudah baligh. Apa lagi, kalau kita nggak pake jilbab, justru gaya pacaran kita lama-lama bakal bener-bener bisa menjadi zina. Tau kenapa? Karena dengan kita tidak memakai jilbab, berarti kita sudah membuka aurat kita. Naah, setan semua tuh disitu.

Kesalahpahaman kedua :
"lo tuh ya, ntaran aja putusnya, kalo udah yakin buat ninggalin pacaran"

Ya Allah, kapan kita yakinnya kalo kita pacaran terus? Bukannya malah setannya semakin banyak? Kan lebih baik kita mulai nggak pacaran, bisa ngurangin sedikit dosa. Coba bayangin kalo kita nerusin pacarannya itu? Udah berapa banyak dosa yang kita punya? Apa kita bisa menjamin, kalau kita bisa yakin buat nggak pacaran sedangkan kita ngelakuin pacaran itu? Kan nggak ada salahnya kalau kita nyoba buat nggak pacaran, dan misal nantinya kita ngerasa pengeeeen banget pacaran lagi, itu wajar soalnya udah pernah ngerasain yang namanya pacaran dan pacaran itu termasuk nikmat sesaat (nikmat yang hanya ada di dunia). Tapi seenggaknya di tahan dong, kan kita lagi menghindari yang namanya pacaran. Apa mau terus-terusan nampung dosa?

Kesalahpahaman ketiga:
"aku takut kehilangan dia kalau nanti putus"

Ada hadits mengatakan, bahwa jodoh itu ada di tangan Allah swt. Jadi, ketika roh kita ditiupkan pada jasad kita ketika kita masih di dalam kandungan, jodoh itu suda dituliskan terlebih dahulu oleh Allah swt. Jadi, tidak perlu takut untuk kehilangan pacar kita. Kalo emang jodoh, pastinya bakal ketemu lagi. Tapi kalau enggak, mau menghindari pacaran atau enggak, nantinya juga orang itu nggak bakal sama kita terus, wong nggak jodoh.hehe..

Kesalahpahaman keempat:
"aku nggak bisa hidup tanpa dia"

Loh? manusia emang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk mencapai kebutuhannya. Tapi, kalau soal pacar, kayaknya nggak segitunya deehh. Kalo emang nggak bisa hidup tanpa "dia", dulu sebelum kita kenal dengan "dia", kita mati apa? kita nggak hidup? Lebih tepatnya tuh, bilang "aku nggak bisa hidup tanpa Dia" dengan "Dia" itu menuju pada Allah swt. Karena kita memang tidak akan bisa hidup tanpa Allah swt. Kita kan diciptakan oleh-Nya ^^

Naah, segitu ajadeh yang bisa aku tulis. Manusia kan nggak luput dari kesalahan. Kalau ada kesalahan kata, kalimat, jawaban atau apa aja deh, mohon di koreksi yaaa. Aku kan juga manusia hehe.. Dan selain kesalahpahaman-kesalahpahaman yang di atas, mungkin masih banyak kesalahpahaman yang lain, yang belum ada di otak aku. Jadi, minta bantuannya ya buat nambahin hehe.
Dan semoga saja kita termasuk hamba-Nya yang selalu berada di dalam lindungan-Nya. Amiiinn..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sabtu, 15 Januari 2011

,
Wanita atau perempuan yang diciptakan oleh Allah swt dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Ini berarti, wanita atau perempuan membutuhkan seseorang untuk membimbingnya menuju jalan yang benar dan untuk meluruskan atau membuat seorang wanita menjadi wanita yang muslimah itu seseorang harus meluruskannya secara perlahan, karena jika dengan cara yang kasar, maka itu akan membuat wanita menjadi patah seperti meluruskan tulang rusuk laki-laki tersebut yang bengkok.
Selain itu, wanita atau perempuan diwajibkan untuk menjaga apa saja yang dimilikinya agar tidak menimbulkan sebuah fitnah. Oleh karena itu, saya men-share beberapa hal yang harus dilakukan oleh para wanita agar dapat menjaga dengan baik apa yang dimilikinya dan tidak akan menimbulkan fitnah dari orang lain, seperti:

  • Jadikanlah ghadhul bashar (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua matamu, niscaya akan semakin bening dan jernih.
  • Oleskan lipstick kejujuran pada bibirmu, niscaya akan semakin manis.
  • Gunakan pemerah pipimu dengan kosmetika yang terbuat dari rasa malu.
  • Pakailah sabun istighfar untuk menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang kita lakukan.
  • Rawatlah rambutmu dengan jilbab islami yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki asing yang membahayakan.
  • Pakailah giwang kesopanan pada kedua belah telingamu.
  • Hiaslah kedua tanganmu dengan gelang tawadhu dan jari-jarimu dengan cincin persahabatan.
  • Pakaikanlah kalung pada lehermu. Dan sebaik-baik kalung yang kamu pakai adalah kalung kesucian
Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, Ghadhul Bashar (menundukkan pandangan) dari hal-hal yang diharamkan memberikan tiga manfaat besar, yaitu:
  • Merasakan manis dan lezatnya iman.
  • Hati bercahaya dan firasat tajam.
  • Hati semakin kuat, teguh, dan berani.